REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Maybank Marathon terus memperkuat langkah menuju ajang lari netral karbon (Carbon-Neutral Marathon) pada 2030. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai inisiatif keberlanjutan, mulai dari penghitungan jejak emisi hingga pelibatan masyarakat dan kolaborasi dengan berbagai mitra.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Maybank Marathon Sustainability Day 2026 yang berlangsung selama dua hari. Agenda utama kegiatan digelar pada Sabtu (22/8/2026) di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, Bali, menjelang pelaksanaan Maybank Marathon 2026 in Partnership with Visa.
Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, upaya mewujudkan Maybank Marathon sebagai ajang lari netral karbon merupakan bagian dari komitmen keberlanjutan perusahaan yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Selaras dengan pilar strategis ROAR30 Maybank, Impacting Society Positively, kami meyakini bahwa dampak yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang menyatukan beragam kekuatan untuk mencapai tujuan bersama,” kata Steffano.
Menurut Steffano, kolaborasi tersebut melibatkan berbagai mitra Maybank Marathon, termasuk Visa dan BMW Group, serta masyarakat dan pelaku usaha yang berada di sekitar lokasi penyelenggaraan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pelaksanaan lomba, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
“Yang paling penting adalah bagaimana dampak itu bisa dirasakan oleh Pemda Bali, masyarakat Bali secara keseluruhan. Nah, itu yang paling penting,” ujar Steffano.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperkuat aspek lingkungan adalah penghitungan jejak emisi Maybank Marathon secara terukur. Penghitungan tersebut menjadi landasan dalam merancang langkah-langkah dekarbonisasi yang konkret dan berkelanjutan menuju target netral karbon pada 2030.
Steffano mengatakan, komitmen tersebut diwujudkan melalui gerakan “Jejak Hijau” dalam penyelenggaraan Maybank Marathon. Salah satu programnya adalah “Jejak Hijau Desa Sanding” yang berfokus mendorong transformasi Desa Sanding menjadi desa berkelanjutan.
“Semangat inilah yang kami wujudkan melalui gerakan ‘Jejak Hijau’ di Maybank Marathon, sejalan dengan aspirasi kami untuk mewujudkan Maybank Marathon sebagai ajang maraton netral karbon (Carbon-Neutral Marathon) pada 2030,” kata Steffano.
Selain program lingkungan, Maybank juga melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial di sekitar lokasi penyelenggaraan. Kegiatan tersebut antara lain kolaborasi dengan asosiasi yang memberikan dukungan bagi penyandang disabilitas serta keterlibatan tim Maybank dalam kegiatan di sekolah-sekolah di sekitar wilayah penyelenggaraan.
Steffano menilai pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dari upaya memastikan keberlanjutan Maybank Marathon memberikan manfaat yang lebih luas. Menurut dia, keberlanjutan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan di dalam arena lomba, tetapi juga harus memberikan dampak bagi komunitas di sekitarnya.
Ia menyebut Maybank Marathon pertama kali digelar pada 2012 dan terus berkembang menjadi ajang lari internasional. Pada penyelenggaraan 2026, sebanyak 14.100 pelari dari 46 negara tercatat mengikuti ajang tersebut.
Peningkatan skala penyelenggaraan juga diikuti dengan penguatan aspek keselamatan peserta. Maybank Indonesia menambah dukungan medis, termasuk ambulans dan tenaga kesehatan, untuk memastikan keselamatan pelari selama mengikuti lomba.
Maybank Marathon Sustainability Day 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat perjalanan keberlanjutan tersebut. Melalui pengukuran emisi, gerakan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Maybank berupaya menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari fondasi penyelenggaraan marathon menuju target netral karbon pada 2030.

11 hours ago
9















































