Karhutla Meluas, TNI AU Perkuat OMC di Kalbar

16 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat CASA A-2117 dari Skadron Udara 4 untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Pengerahan dilakukan ketika risiko karhutla di wilayah tersebut meningkat memasuki puncak musim kemarau.

Pesawat tersebut didatangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, dan ditempatkan untuk mendukung operasi udara dari wilayah Kalimantan Barat.

Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono mengatakan pengerahan pesawat CASA menjadi bagian dari penguatan operasi penanggulangan karhutla yang dilakukan melalui sejumlah metode.

"Pengerahan alutsista tersebut menjadi langkah strategis TNI AU dalam memperkuat dukungan operasi udara untuk membantu mengendalikan potensi karhutla di wilayah Kalimantan Barat," kata Sidik di Sungai Raya, Jumat (21/8/2026).

Penguatan operasi dilakukan ketika Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan karhutla nasional. BNPB menempatkan Kalbar bersama Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan sebagai enam provinsi prioritas menghadapi karhutla pada 2026.

Data BNPB hingga 9 Agustus 2026 menunjukkan sekitar 48.889 hektare lahan terbakar di enam provinsi prioritas tersebut. Kalimantan Barat mencatat luasan terbesar, yakni sekitar 28.680 hektare, disusul Riau sekitar 15.551 hektare dan Kalimantan Tengah sekitar 3.069 hektare.

Pemerintah meningkatkan kewaspadaan karena risiko kebakaran diperkirakan masih tinggi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah muncul dan meluas, terutama di wilayah dengan lahan gambut.

BMKG juga mencatat peningkatan titik panas di sejumlah wilayah rawan karhutla. Hingga 29 Juli 2026, sebanyak 5.019 titik panas terdeteksi dengan konsentrasi antara lain di Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau.

Ancaman itu diperkuat kondisi El Nino yang memengaruhi musim kemarau Indonesia. Pemantauan BMKG pada dasarian pertama Agustus menunjukkan anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 berada pada kondisi El Nino sangat kuat. Sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat juga masuk dalam peringatan dini kekeringan meteorologis.

Sidik mengatakan OMC karena itu menjadi salah satu instrumen yang digunakan untuk mencegah kebakaran meluas. Operasi tersebut tidak hanya dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi diarahkan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang lebih mendukung upaya pengendalian karhutla.

Pesawat CASA A-2117 digunakan membawa dan menyemai bahan semai ke dalam awan yang memenuhi persyaratan. Penyemaian dilakukan untuk meningkatkan peluang terbentuknya hujan di daerah yang menjadi sasaran operasi.

Pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan potensial. Karena itu, operasi udara harus mengikuti analisis kondisi atmosfer serta pergerakan awan agar bahan semai dapat ditempatkan pada lokasi dan waktu yang tepat.

Hujan yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan kelembapan tanah dan vegetasi sekaligus membantu membasahi kawasan rawan terbakar. Pada lahan gambut, peningkatan kelembapan menjadi penting karena api dapat merambat di bawah permukaan dan sulit dipadamkan hanya melalui penyiraman dari atas.

sumber : Antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |