Militer Israel Akhirnya Akui Bunuh Hind Rajab

10 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, TANAH PENJAJAHAN — Militer penjajahan Israel akhirnya mengakui membunuh Hind Rajab, yang syahid di Gaza dua tahun lalu. Setelah selama ini menyangkal, militer penjajahan itu akhirnya dibungkam hasil investigasi, dan mengakui pasukan zionis sedang berada dan melepaskan tembakan berkali-kali ke lokasi terbunuhnya gadis lima tahun itu di kawasan Tel al-Hawa, Kota Gaza.

Hind seorang perempuan belia yang baru usia enam tahun. Ia meninggal dunia setelah tentara penjajahan zionis israel melepaskan lebih 300 kali tembakan ke sebuah mobil yang juga membawa kerabat dan keluarga Hanood syahid di tempat itu, pada 29 Januari 2024 lalu. “Israel mengakui menembaki mobil yang ditumpangi Hind Rajab,” begitu dalam laporan Aljazirah yang dikutip Republika, pada Kamis (20/8/2026).  

Dalam laporan tersebut, pengakuan militer Zionis Israel itu dengan alasan ketika itu sedang melakukan penggerebekan terhadap kelompok perlawanan di Gaza. “Pihak militer menyatakan mereka sedang melakukan pengggerebekan target yang disebut mereka sebagai teroris,” begitu tulis Aljazirah. Syahidnya Hind alias Hanood itu sempat menjadi sorotan di seluruh dunia atas tindakan biadab penjajahan Zionis. Tetapi dikatakan, pengakuan militer Israel itu memberikan harapan tipis tentang masih adanya keadilan.

Awalnya Israel membantah keberadaan pasukan mereka di tempat wafatnya Hind Rajab. Tetapi setelah adanya investigasi, mereka mengakui perbuatan tersebut. Pengakuan militer zionis itu pun membuat otoritas di israel memastikan akan meninjau kembali kasus penembakan brutal yang membuat Hanood syahid. Dalam sebuah pernyataan pada Rabu (19/8/2026) militer penjajahan memutuskan akan membuka penyelidikan baru terkait peristiwa yang menghilangkan nyawa perempuan belia tersebut.

Hind Rajab sempat menjadi simbol penderitaan di Gaza akibat penjajahan brutal dan genosida yang dilakukan Israel. Pada 29 Januari 2024 lalu, serangan membabi buta militer Zionis melakukan serangan besar ke kawasan Kota Gaza. Saat itu, Hanood yang berada di dalam sebuah mobil karavan bersama kerabat dan keluarganya berusaha untuk menjauhi lokasi serangan itu. Mobil yang disopiri oleh sang paman ketika itu mematuhi perintah tentara Zionis yang memerintahkan agar segera pergi.

Namun dalam perjalanan menjauhi lokasi serangan, tentara Israel melepaskan tembakan brutal. Dari hasil investigasi tercatat lebih dari 300 peluru mengarah ke mobil yang ditumpangi Hanood. Sepupunya, Layan Hamadeh yang berusia 15 tahun yang juga berada di dalam mobil tersebut sempat mengubungi tim medis Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) untuk penyelamatan dan evakuasi. Petugas PRCS yang sempat berusaha melakukan penjemputan tak diizinkan oleh otoritas militer penjajahan. 

Komunikasi Layan yang meminta pertolongan itu juga berakhir tragis. Semua yang berada di dalam mobil tersebut meninggal di tempat akibat terkena tembakan tentara Zionis. Di dalam mobil tersebut tersisa Hind. Dan ketika operator PRCS kembali mengubungi melalui sambungan seluler yang digunakan Layan, Hind masih hidup.

Tim medis Palestina sempat mengerahkan kendaraan untuk mengevakuasi Hanood yang satu-satunya masih bernyawa di dalam mobil itu. Namun ambulans Bulan Sabit Merah tersebut juga di bom Israel menewaskan seluruh penumpangnya.

Setelah peristiwa Hind Rajab menjadi sorotan dunia, militer penjajahan Israel menolak bertanggung jawab atas kejadian itu. Militer zionis ketika itu justeru mengatakan mobil yang ditumpangi Hanood tersebut merupakan ancaman. Dan kali ini, militer Zionis mengakui memang menembaki mobil KIA tersebut karena mengarah ke sisi pasukan.

“Pihak militer israel menyatakan bahwa pasukannya menembaki kendaraan tersebut karena mendekati mereka,” begitu pernyataan militer.

Nenek Hind Rajab kepada Associated Press (AP) mengaku skeptis dengan apapun kebiadaban yang selama ini sudah terang diakui oleh militer Israel berujung pada penghakiman, dan penjatuhan hukuman. Namun kata sang nenek, ribuan anak-anak di Gaza, Palestina menjadi korban pembantaian tanpa ada sekalipun pengadilan yang bisa memberikan keadilan.

Karena itu sang nenek meminta agar otoritas internasional melakukan penyelidikan atas wafatnya Hind, dan ribuan anak-anak Palestina lainnya akibat brutalisme penjajahan zionis.

“Diperlukan pengungkapan internasional untuk mengungkap kebenaran dan menagih pertanggungjawaban semua pihak yang terlibat,” kata Nenek Hind. “Dan kami menuntut keadilan bukan hanya untuk cucu kami, Hind Rajab. Melainkan juga untuk seluruh anak-anak di Gaza,” ujar Nenek Hind.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |