REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Kesepakatan pelucutan senjata perlawanan Palestina yang diumumkan Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) pekan lalu gagal meredam kekejaman Israel. Nyatanya serangan militer makin menjadi-jadi belakangan.
Palestine Chronicle melaporkan, pasukan penjajahan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata Gaza selama 297 hari berturut-turut, menewaskan sedikitnya 17 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya dalam serangan yang dilancarkan di seluruh wilayah Jalur Gaza selama 24 jam terakhir.
Di antara korban jiwa adalah Syekh Kamal Abu Ma’ili, yang menjadi sasaran bersama istrinya setelah serangan udara Israel menghantam rumah mereka di kawasan al-Mashaila, sebelah barat Deir al-Balah di Gaza tengah. Empat warga Palestina lainnya terluka dalam serangan tersebut dan dilarikan ke Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa. Di lokasi lain di Deir al-Balah, Saber Mohammad Khalil Rabee syahid setelah pasukan Israel membom rumahnya di kawasan al-Mahatta.
Di Kota Gaza, serangan Israel terus berlangsung sepanjang malam. Tiga warga Palestina syahid setelah serangan udara menghantam sebuah apartemen di Menara al-Sousi, sementara seorang mantan tahanan Palestina yang baru dibebaskan, Mohammad Abdul Ahmad Abu Ras, syahid setelah pasukan Israel menargetkan sekelompok warga sipil di Jalan Omar al-Mukhtar—hanya satu minggu setelah ia keluar dari penjara Israel. Ahmad Wael al-Khudari juga meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan Israel sebelumnya.
Serangan lanjutan menyasar warga sipil di dekat persimpangan Al-Ghazali, menewaskan Hassan Ibrahim Qahman dan Alaa Imad al-Taramisi, sementara serangan lain terhadap sebuah rumah di kawasan Tal al-Hawa menewaskan Kamal Alaa Aliwa dan Zakaria Ahmad Zaidiya. Bulan Sabit Merah Palestina juga mengevakuasi jenazah Hassan Hisham al-Khudari setelah serangan Israel di Jalan al-Thalathini, wilayah selatan Kota Gaza.
Di Gaza selatan, tiga warga Palestina—termasuk seorang anak—syahid setelah serangan Israel menghantam apartemen milik keluarga al-Hams di al-Mawasi, sebelah barat laut al-Qarara di Khan Younis. Salem Abu Labda juga meninggal akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan Israel sebelumnya di wilayah yang sama.
Pasukan pendudukan Israel juga menyerang gudang milik Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah; serangan ini menghancurkan dua dari empat bangunan penyimpanan obat di fasilitas tersebut dan merusak parah dua bangunan sisanya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Serangan itu juga menyebabkan kerusakan parah pada klinik rawat jalan rumah sakit tersebut.
Kementerian tersebut mengecam serangan itu sebagai "kejahatan keji" dan memperingatkan bahwa sistem layanan kesehatan Gaza sedang berada di ambang kehancuran total, dengan tingkat kekurangan mencapai 51 persen untuk obat-obatan esensial dan 59 persen untuk perlengkapan medis.
Dewan Nasional Palestina menyebut penghancuran gudang obat-obatan tersebut sebagai "kejahatan perang baru."
Serangan terbaru ini terjadi meskipun sebelumnya Presiden AS Donald Trump dan Dewan Perdamaian telah mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk melaksanakan tahap berikutnya dari gencatan senjata di Gaza. Namun, pasukan Israel tetap melanjutkan serangan udara, serangan artileri, penghancuran rumah, dan pembatasan akses kemanusiaan di seluruh wilayah Jalur Gaza.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran gencatan senjata oleh Israel sejak 11 Oktober telah menewaskan 1.222 warga Palestina dan melukai 4.053 orang lainnya. Kementerian tersebut juga memperingatkan bahwa Israel terus menghambat masuknya makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan, sehingga memperparah krisis kemanusiaan di wilayah kantong yang sedang dikepung tersebut.

20 hours ago
15
















































