HBM ke-13 UMJ Perkuat Etos Keilmuan dan Spiritualitas untuk Membangun Peradaban 

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menggelar Hari Bermuhammadiyah (HBM) ke-13 dengan tema “Urgensi Keseimbangan Etos Ilmu dan Spiritualitas dalam Membangun Peradaban Global”, Sabtu (5/9/2026) lalu. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium KH Ahmad Azhar Basyir, MA, Gedung Cendekia UMJ, tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai Muhammadiyah sekaligus mendorong kontribusi warga persyarikatan dalam membangun peradaban.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal (Purn) Prof Dr Dudung Abdurachman, SE, MM. Dalam sambutannya, Prof Dudung menyampaikan rasa syukur menjadi bagian dari Muhammadiyah. Menurutnya, bagian dari Muhammadiyah ini merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kontribusi dan pengabdian kepada Muhammadiyah, bangsa, dan negara.

“Yang lebih penting adalah bagaimana menjadi manusia yang lebih amanah, lebih bermanfaat, dan lebih mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujar Prof Dudung.

Ia menegaskan bahwa jabatan merupakan sesuatu yang bersifat sementara. Menurutnya, nilai seseorang justru tercermin dari tindakan dan pengabdian yang dilakukan selama menjalankan amanah. Karena itu, ia berharap Muhammadiyah dapat terus memberikan kontribusi nyata serta menjadi organisasi yang menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Semangat pengabdian tersebut sejalan dengan yang disampaikan Rektor UMJ Prof Dr Ma’mun Murod Al-Barbasy, MSi. Ia mengapresiasi terselenggaranya HBM ke-13 sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat keilmuan dan spiritualitas di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, HBM juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus mendorong sivitas akademika agar terus memberikan kontribusi bagi persyarikatan dan masyarakat.

“Ini menjadi bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk terus membangun dan memberikan kontribusi bagi Muhammadiyah,” ujar Ma’mun 

Selaras dengan hal tersebut, Ketua BPH UMJ Prof Dr Abdul Mu’ti, MEd, menekankan pentingnya menjadikan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, bermuhammadiyah tidak sebatas identitas organisasi, tetapi perlu diwujudkan melalui perubahan pola pikir, perilaku, dan tindakan yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

Prof Abdul Mu’ti mengaitkan hal tersebut dengan prinsip keislaman, innamal a’malu binniat, yang menempatkan niat sebagai dasar dari setiap amal. Ia menekankan bahwa perubahan yang baik perlu dimulai dari niat dan mindset yang kemudian diwujudkan melalui tindakan nyata dan berorientasi pada kemaslahatan.

“Innamal a’malu binniat, setiap amal bergantung pada niat. Bermuhammadiyah bukan hanya soal identitas, tetapi bagaimana nilai-nilai Muhammadiyah diwujudkan dalam pola pikir, perilaku, dan tindakan nyata yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Karena itu, perubahan yang baik harus dimulai dari niat dan mindset yang baik, kemudian diwujudkan dalam tindakan yang berorientasi pada kemaslahatan,” ujar Prof Abdul Mu’ti.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Dr KH Mochamad Irfan Yusuf Hasyim menyampaikan sambutan melalui tayangan video dalam rangkaian Hari Bermuhammadiyah (HBM) ke-13 UMJ.Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diterimanya dalam menjalankan tugas pemerintahan. Ia menekankan pentingnya menjalankan setiap tanggung jawab dengan sebaik-baiknya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

“Terselenggaranya HBM ke-13 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan pengabdian. Amanah yang kita terima perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari upaya memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya

Memasuki rangkaian berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan BPH Nasyiatul Aisyiyah Cabang Ciputat Timur dan Cirendeu serta Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah UMJ. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan kaderisasi sekaligus keberlanjutan gerakan organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan masyarakat dan perguruan tinggi.

Setelah pelantikan, rangkaian HBM ke-13 dilanjutkan dengan ceramah oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Dalam ceramahnya, Prof. Haedar menyoroti peran Muhammadiyah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencerahkan umat melalui gerakan pendidikan serta keagamaan.

“Melalui pendidikan dan gerakan keagamaan, Muhammadiyah terus berupaya mencerdaskan dan mencerahkan umat. Hal ini juga terlihat dari semakin banyaknya generasi milenial dan Generasi Z yang mulai belajar keagamaan melalui Muhammadiyah,” ujar Prof. Haedar. 

Di sisi lain, Prof Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak bersikap anti terhadap budaya maupun tradisi. Menurutnya, Muhammadiyah justru mendorong adanya transformasi budaya melalui upaya membangun dan mengembangkan budaya yang lebih baik serta selaras dengan nilai-nilai yang dianut. 

Sejalan dengan semangat pengembangan pendidikan dan pembinaan umat, rangkaian HBM ke-13 kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Sekolah Pascasarjana UMJ dan Maskanul Huffadz. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, pengembangan keilmuan, dan pembinaan umat.

Tidak hanya menghadirkan penguatan nilai keilmuan dan spiritualitas, HBM ke-13 juga memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengalaman dan motivasi melalui sesi inspirasi. Sesi tersebut menghadirkan Dr Hj  Oki Setiana Dewi, SHum, MPd, dan Dr Rizaludin Kurniawan, SAg, MSi, yang memberikan inspirasi kepada peserta dalam menjalankan peran dan kontribusinya di lingkungan Muhammadiyah maupun masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta. Penutupan tersebut sekaligus menjadi akhir dari HBM ke-13 UMJ yang berlangsung dalam suasana kebersamaan, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen warga Muhammadiyah dan civitas academica UMJ dalam mengamalkan nilai-nilai keilmuan, spiritualitas, serta pengabdian kepada masyarakat.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |