REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan Indonesia telah mengantongi komitmen pasokan minyak mentah dan produk minyak dari Rusia hingga 150 juta barel pada tahun ini. Komitmen tersebut diperoleh setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
Hashim mengatakan langkah itu ditempuh pemerintah untuk mengantisipasi ketidakpastian pasokan energi global akibat konflik di Timur Tengah. Indonesia saat ini masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak mentah dan produk minyak per hari sehingga rentan terhadap gejolak eksternal.
“Ketika perang Iran pecah dan impor minyak serta produk minyak kita berada dalam ketidakpastian, Presiden Prabowo pergi ke Moskow dan bertemu Presiden Putin selama tiga jam. Dalam pertemuan itu, Presiden Putin memberikan komitmen pasokan hingga 150 juta barel untuk tahun ini,” kata Hashim dalam Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 di Tangerang, Kamis (21/5/2026).
Ia mengatakan komitmen pasokan tersebut membuat kebutuhan impor minyak Indonesia relatif aman untuk tahun ini. Pemerintah, kata dia, tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila konflik Iran berkepanjangan dan memicu tekanan baru terhadap rantai pasok energi dunia.
Menurut Hashim, politik luar negeri bebas aktif menjadi modal penting Indonesia di tengah ketegangan geopolitik global. Indonesia dinilai mampu menjaga hubungan baik dengan berbagai negara sehingga tetap menjadi tempat aman bagi investor energi dari berbagai kawasan.
“Indonesia adalah negara netral dan negara yang aman bagi investor dari seluruh dunia,” ujarnya.
Ia menyebut investor dari Rusia, China, hingga negara lain tetap terbuka menanamkan modal di Indonesia. Pemerintah juga menjamin keamanan investasi dan kepastian usaha bagi investor asing yang masuk ke sektor energi nasional.
Hashim menilai prospek sektor energi Indonesia masih sangat besar, terutama gas bumi. Pertumbuhan populasi, ekspansi ekonomi, dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diperkirakan akan mendorong lonjakan kebutuhan energi dalam beberapa tahun mendatang.
Menurut dia, Indonesia memiliki keunggulan berupa populasi besar, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sumber energi domestik, dan ketersediaan air bersih yang dibutuhkan untuk pengembangan AI serta pusat data. “Gas kemungkinan akan lebih dibutuhkan dibandingkan produk minyak karena kebutuhan energinya akan berubah,” ujar Hashim.
Pemerintah, kata dia, juga mulai mempertimbangkan penggunaan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor minyak. Salah satu opsi yang dikaji ialah percepatan penggunaan kendaraan listrik, terutama sepeda motor listrik.
Hashim mengatakan saat ini terdapat sekitar 140 juta sepeda motor yang beroperasi di Indonesia setiap hari. Beban subsidi energi yang besar membuat pemerintah mulai serius mengkaji transisi dari kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik berbasis baterai.
Ia menambahkan transisi energi tersebut akan mengubah pola kebutuhan energi nasional. Permintaan listrik diperkirakan meningkat, sedangkan gas bumi berpotensi menjadi sumber energi utama untuk menopang pembangkit listrik di era elektrifikasi transportasi dan perkembangan pusat data AI.
Di sisi lain, Hashim mengingatkan pentingnya kepastian hukum, stabilitas politik, keamanan, dan kepastian kontrak untuk menjaga minat investasi migas di Indonesia. Menurut dia, investor tidak akan masuk apabila unsur-unsur tersebut tidak terpenuhi.
Hashim optimistis sektor migas Indonesia masih memiliki prospek cerah di tengah transisi energi global. Ia menilai kebutuhan energi nasional akan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, bonus demografi, dan ekspansi industri berbasis AI serta data center.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membuka peluang investasi lebih luas melalui penawaran sejumlah Wilayah Kerja (WK) migas potensial untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional.
“Ini saya buka secara umum, siapa saja boleh ikut. Tidak perlu nego-nego di belakang meja. Yang penting kalian punya teknologi, kalian punya uang, kalian punya keseriusan. Silakan mengelola hasil yang ada untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” ujar Bahlil saat membuka IPA Convex 2026 di Tangerang, Banten, Rabu (21/5/2026).
Hingga Mei 2026, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi 118 WK migas potensial. Rinciannya meliputi 43 wilayah tahap studi bersama, 50 wilayah pada tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 wilayah yang telah ditandatangani, termasuk delapan WK hasil lelang 2025, yakni Gagah, Bintuni, Karunia, Drawa, Jalu, Southwest Andaman, Barong, dan Nawasena.

8 hours ago
12















































