REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harita Nickel meluncurkan buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat pada Selasa (8/9/2026). Buku tersebut mendokumentasikan keanekaragaman ikan karang di perairan pesisir barat Pulau Obi, yang diharapkan bisa memberikan pemahaman lebih luas kepada masyarakat mengenai kehidupan laut di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Penerbitan buku Ikan Karang Obi tersebut merupakan hasil kolaborasi Harita Nickel bersama Penerbit Buku Kompas untuk mengembangkan hasil pemantauan keanekaragaman hayati laut menjadi sumber informasi dan edukasi yang dapat diakses oleh masyarakat. Publikasi tersebut juga merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan berbasis data dan pengetahuan.
Komisaris Utama Harita Nickel Donald J. Hermanus menyampaikan, dokumentasi dalam buku Ikan Karang Obi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengenali sekaligus menjaga kekayaan alam di sekitar wilayah operasional.
Ia menyampaikan, bagi Harita Nickel, tanggung jawab lingkungan tidak berhenti pada praktik industri yang berkelanjutan, tetapi juga mengabadikan kekayaan alam di sekitar, khususnya kawasan yang menjadi pusat kehidupan laut tropis seperti pesisir barat Pulau Obi. Keanekaragaman organisme yang hidup di pesisir barat Pulau Obi dinilai tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga menyimpan nilai edukatif dan sosial yang tinggi.
“Bagi masyarakat Pulau Obi di Maluku Utara, laut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Laut menjadi ruang tempat kehidupan tumbuh, sumber kehidupan, sekaligus bagian dari keseharian yang diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Donald dalam agenda peluncuran buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi – Seri I Ikan Karang: Mosaik Kehidupan Laut yang Memikat yang digelar di Kompas Institute, Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Ia menerangkan, di balik birunya Laut Obi, terdapat keindahan dan keanekaragaman yang kaya. Terumbu karang, berbagai jenis ikan, dan ekosistem pesisir membentuk kehidupan bawah laut yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki peran penting bagi berlangsungnya masyarakat dan lingkungan.
“Melalui buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi, kita diajak melihat Pulau Obi dari sisi yang mungkin selama ini belum terlihat. Bukan hanya sebagai wilayah dengan kekayaan alam, tetapi juga sebagai rumah bagi ekosistem laut yang memiliki keindahan, kehidupan, dan cerita yang layak untuk dikenal serta dijaga bersama,” jelasnya.
Donald menyebut, buku setebal 110 halaman tersebut lahir dari pemantauan yang dilakukan secara rutin oleh Tim Health, Safety, dan Environment (HSE) Harita Nickel. Di dalamnya terdokumentasi lebih dari 300 spesies karang di perairan Pulau Obi, lengkap dengan famili, karakteristik, habitat, dan sebarannya.
“Dari pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan tersebut, kita dapat terus memahami kondisi kehidupan laut di pesisir Pulau Obi. Bagi kami dokumentasi ini penting, yang kita kenali akan lebih mudah kita jaga, dan apa yang kita dokumentasikan dapat kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar dia.
Ia menambahkan, perjalanan konservasi laut di Pulau Obi masih panjang. Masih banyak yang perlu dipelajari, dipantau, dan dikembangkan. Ia berharap buku yang diluncurkan tersebut bisa dibaca secara lebih luas, sehingga membuka ruang diskusi mengenai konservasi laut di tengah keberjalanan kegiatan pertambangan. Diharapkan lahir buku lanjutannya atau seri-seri berikutnya sebagai upaya edukasi berkelanjutan.
Editor Buku Keindahan Laut Pesisir Barat Pulau Obi yang juga Vice President Environmental Marine HSE Harita Nickel Windy Prayogo menyampaikan, kehadiran buku tersebut merupakan iktikad baik perusahaan dalam menunjukkan kepedulian atas dampak aktivitas pertambangan yang dilakukan perusahaan di kawasan Pulau Obi.
“Dalam kegiatan industri atau pertambangan, tidak hanya identik dengan kegiatan yang berdampak negatif saja. Tetapi bisa sinergi dengan kegiatan yang bersifat konservasi dan mempertahankan keindahan alam. Buku ini hadir untuk bisa memberikan gambaran dan mengomunikasikan apa yang bisa dilihat di bawah laut,” kata Windy.
Ia berharap, buku Seri I Keindahan Laut Pulau Obi tersebut bisa memberikan inspirasi dan meningkatkan semangat masyarakat Pulau Obi dalam melestarikan potensi alamnya. Terutama bagi generasi muda yang akan menjadi penerus dalam menjaga keindahan alam di kawasan Obi.
“Jadi, buku ini tidak hanya mendokumentasikan data saja, tetapi memberi gambaran kepada masyarakat tentang keindahan laut pesisir barat Pulau Obi,” tegasnya.

57 minutes ago
1
















































