REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali resmi menyetujui pembentukan tim pembahasan untuk dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) anggaran yang diajukan Gubernur Bali Wayan Koster. Kedua raperda tersebut adalah tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2026 dan APBD Semesta Berencana Tahun Anggaran 2027.
Ketua DPRD Bali I Dewa Made Mahayadnya di Denpasar, Senin, menyatakan bahwa pembentukan tim ini merupakan langkah strategis untuk menindaklanjuti pembahasan anggaran daerah secara lebih cermat dan mendalam. Keputusan ini diambil dalam rapat yang dihadiri oleh anggota dewan.
"Badan anggaran membahas Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dan Raperda tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2027 dengan Koordinator I Gede Kusuma Putra dan Wakil Koordinator I Made Darma Susila," ujar Dewa Mahayadnya.
Meskipun tidak didampingi oleh tiga wakilnya dari tiga fraksi, Dewa Mahayadnya memastikan bahwa keputusan tersebut telah mendapat dukungan penuh dari seluruh peserta rapat yang hadir. Selanjutnya, Badan Musyawarah DPRD Bali akan menyesuaikan jadwal kegiatan untuk menunjang tugas-tugas alat kelengkapan dewan yang baru dibentuk ini.
Alasan Strategis Pengajuan Dua Raperda
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster menjelaskan bahwa pengajuan dua raperda ini secara bersamaan memiliki arti strategis bagi kesinambungan pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang adaptif di tengah dinamika ekonomi global.
"Perubahan APBD 2026 merupakan instrumen untuk melakukan penyesuaian terhadap dinamika pelaksanaan anggaran tahun berjalan, sedangkan APBD 2027 merupakan instrumen untuk menyiapkan fondasi fiskal bagi pelaksanaan pembangunan pada tahun berikutnya," tegas Koster.
Koster menjelaskan bahwa perekonomian Bali terus menunjukkan ketahanan, namun strukturnya yang ditopang oleh sektor pariwisata, perdagangan, jasa, dan investasi membuatnya sensitif terhadap perubahan eksternal. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan daerah perlu dilakukan secara adaptif, efektif, dan efisien.
Rincian Anggaran dalam Raperda
Dalam Raperda Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah yang semula ditargetkan Rp6,5 triliun lebih diajukan meningkat sekitar Rp100 miliar menjadi Rp6,6 triliun lebih. Peningkatan ini ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi Rp4,3 triliun lebih, meliputi pajak daerah Rp2,837 triliun lebih, retribusi daerah Rp649 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp257 miliar lebih, serta lain-lain PAD yang sah Rp617 miliar lebih.
Sementara itu, pendapatan transfer menjadi Rp2,27 triliun lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah meningkat menjadi Rp19,1 miliar lebih. Di sisi belanja, anggaran 2026 direncanakan meningkat Rp263 miliar lebih menjadi Rp7,5 triliun lebih. Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi Rp5,4 triliun lebih, belanja modal Rp841 miliar lebih, belanja tidak terduga Rp23 miliar lebih, dan belanja transfer Rp1,18 triliun lebih.
Dengan postur tersebut, defisit anggaran dalam Raperda Perubahan APBD 2026 direncanakan sebesar Rp842 miliar lebih atau 12,65 persen, yang akan ditutup melalui penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp1,58 triliun lebih.
Untuk Raperda APBD Semesta Berencana 2027, Pemprov Bali menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,60 persen hingga 6,40 persen dengan tema "Akselerasi Transformasi Ekonomi Kerthi Bali". Pendapatan daerah 2027 direncanakan Rp5,7 triliun lebih, bersumber dari PAD Rp4,5 triliun lebih, pendapatan transfer Rp1,14 triliun lebih, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp6,1 miliar lebih.
Belanja daerah direncanakan Rp6,1 triliun lebih, terdiri atas belanja operasi Rp4,8 triliun lebih, belanja modal Rp337 miliar lebih, belanja tidak terduga Rp150 miliar, dan belanja transfer Rp856 miliar lebih. Dengan rencana ini, terdapat proyeksi defisit sebesar Rp475 miliar lebih atau 8,32 persen.
"Selanjutnya saya berharap agar raperda ini dibahas sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku, untuk selanjutnya mendapat persetujuan bersama," pungkas Koster.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

13 hours ago
14
















































