REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PTPN Group mendukung program swasembada bawang putih nasional lewat pengembangan kawasan budi daya seluas 10 ribu hektare di Jawa Barat (Jabar) pada 2026. Pengembangan ini melibatkan mitra strategis, kelompok tani, dan masyarakat.
Direktur Utama PTPN III, Denaldy Mulino Mauna, mengatakan program ini jadi komitmen PTPN Group mendukung agenda ketahanan dan kedaulatan pangan nasional lewat pengembangan komoditas strategis serta pembangunan ekosistem usaha berkelanjutan.
"Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih seluas 24 ribu hektare pada periode 2026-2029," ujar Denaldy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Denaldy menilai pengembangan bawang putih makin strategis mengingat kesenjangan antara produksi domestik dan kebutuhan nasional masih sangat besar. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi bawang putih dalam negeri hanya berkisar 39 ribu hingga 40 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun.
"Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor," ucap Denaldy.
PTPN Group sudah meneken Nota Kesepahaman (MoU) bersama 14 mitra strategis di Bandung, dengan komitmen mengembangkan 6.500 hektare bawang putih pada tahap pertama. Langkah ini sejalan dengan tekad membangun industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
"Dengan kesenjangan produksi dan kebutuhan yang masih sangat besar, kita perlu membangun ekosistemnya secara serius dan terukur," sambung Denaldy.
Denaldy menjelaskan pengembangan tahap awal akan diarahkan pada percepatan penyediaan benih bawang putih berkualitas sebagai fondasi utama peningkatan produksi. Setelah ketersediaan benih semakin kuat, pengembangan selanjutnya akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi nasional.
"PTPN Group juga berkomitmen membantu menjawab berbagai kendala implementasi di lapangan, termasuk kebutuhan lahan yang sesuai," lanjut Denaldy.
PTPN Group turut mendorong pembangunan ekosistem bawang putih secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, teknologi budi daya, pengolahan, hingga pemasaran, dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, petani, akademisi, BUMN, serta pelaku usaha. Di Jawa Barat, PTPN Group sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan kawasan pengembangan.
Selain itu, konsep budi daya bawang putih yang lebih ramah lingkungan tengah dikembangkan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara, termasuk penguatan teknologi budi daya dan pengujian varietas yang adaptif terhadap karakteristik lahan.
"Program tersebut diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi bawang putih nasional sekaligus menciptakan ekosistem usaha yang lebih kuat bagi petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai pasok," kata Denaldy.
Regional Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menyampaikan kawasan pengembangan bawang putih di Jawa Barat tersebar di sejumlah kabupaten dan akan dilaksanakan dengan melibatkan mitra usaha, masyarakat, kelompok tani, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Program ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan, dari sekitar 10,8 ton kering per hektare pada tahun awal menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat.
Direktur Pemasaran dan Manajemen Aset PTPN I, Arif Budiman, menambahkan hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi dan *ground checking* areal sudah mencapai 100 persen. Sementara tahapan persiapan benih, pembukaan lahan, dan perizinan terus dipercepat.
"Kami memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi berjalan secara paralel. Dukungan Holding Perkebunan Nusantara dan pemerintah daerah melalui kebijakan yang mempermudah proses menjadi faktor penting untuk menjaga kecepatan implementasi di lapangan," kata Arif.

15 hours ago
8
















































