UNM Gandeng Kubus, Mahasiswa tak Cukup Lagi Andalkan IPK Agar Dilirik Perusahaan

12 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, ijazah dan nilai akademik tidak lagi menjadi satu-satunya faktor penentu keberhasilan karier. Dunia industri kini semakin mengutamakan kompetensi yang terukur dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja. 

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui Nusa Mandiri Career Center (NCC) terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan inisiasi dan penjajakan kerja sama antara UNM dan PT Kubus Multi Dimensi yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (12/6/2026).

Pertemuan ini pimpinan UNM yakni Arif Hidayat, Wakil Rektor II Bidang Non Akademik, Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika, Dr Anton selaku Dekan Fakultas Teknologi Informasi, dan Muhammad Faisal,Kepala Nusa Mandiri Career Center (NCC).

Dari PT Kubus Multi Dimensi hadir Aris Susanto, CEO dan Ricana Rindi Indihani, PIC Kerja Sama. Kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi yang fokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa, program magang, hingga perluasan akses rekrutmen lulusan UNM.

Dalam kesempatan tersebut, PT Kubus Multi Dimensi memperkenalkan Kubus, platform digital yang menghubungkan perusahaan dengan talenta berkualitas melalui sistem asesmen keterampilan yang terukur dan terpercaya. 

Platform ini menyediakan berbagai uji kompetensi di bidang teknologi informasi seperti SQL, Python, Data Analytics, serta berbagai keterampilan digital yang saat ini menjadi kebutuhan utama industri.

Kepala Nusa Mandiri Career Center, Muhammad Faisal, menilai kehadiran platform Kubus sangat relevan dengan kebutuhan mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja berbasis kompetensi.

“Kami melihat platform Kubus sebagai solusi yang sangat relevan bagi mahasiswa UNM. Mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah dan pengalaman akademik, juga dapat membuktikan kemampuan teknis mereka melalui asesmen terukur dan terstandar,’’ katanya seperti dikutip, Senin (29/6/2026). 

Hal tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri mereka ketika memasuki dunia kerja maupun mengikuti program magang.

Menurutnya, perkembangan tren rekrutmen saat ini menunjukkan perusahaan semakin mengedepankan pendekatan skill-based hiring, yakni proses seleksi yang berfokus pada kemampuan nyata kandidat.

“Melalui asesmen di bidang seperti SQL, Python, Data Analytics, dan keterampilan digital lainnya, mahasiswa mengetahui tingkat kompetensinya sekaligus memahami area yang masih perlu ditingkatkan,’’ ujarnya. 

Ia menambahkan, hasil asesmen tersebut juga dapat menjadi portofolio kompetensi yang kredibel ketika mengikuti proses seleksi kerja. 

Salah satu keunggulan utama platform Kubus adalah fitur talent matching, memungkinkan perusahaan menemukan kandidat berdasarkan kompetensi yang telah terverifikasi. Konsep talent matching yang ditawarkan Kubus sangat sejalan dengan misi Nusa Mandiri Career Center. 

Perusahaan dapat menemukan kandidat yang sesuai kebutuhan, sementara mahasiswa dan alumni memperoleh akses terhadap peluang kerja lebih relevan dengan bidang keahlian mereka. Ini akan membuat proses rekrutmen menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain membahas asesmen kompetensi, kedua pihak juga menjajaki peluang kerja sama dalam penyelenggaraan program magang industri yang dapat memberikan pengalaman profesional bagi mahasiswa sebelum lulus.

Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UNM, Arif Hidayat, menyambut positif inisiatif kolaborasi tersebut. Menurutnya, kemitraan dengan industri merupakan bagian penting dalam membangun lulusan yang siap bersaing di era transformasi digital.

“Kami berharap kolaborasi ini memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan alumni UNM, baik dalam pengembangan kompetensi, akses program magang, maupun peluang karier di masa depan,’’ kata Arif. 

Menurut dia, kerja sama seperti ini merupakan bagian dari komitmen UNM yang terus beradaptasi dengan kebutuhan industri. 

Ia menegaskan, perguruan tinggi saat ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang dapat dibuktikan dan diakui dunia industri.

Melalui penjajakan kerja sama ini, UNM kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pengembangan talenta digital yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. 

Kolaborasi dengan PT Kubus Multi Dimensi diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan berbagai program pengembangan kompetensi, magang, serta penempatan kerja yang mampu mempercepat kesiapan mahasiswa dan alumni menghadapi kebutuhan industri digital masa depan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |