Laporan Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Marmaris, Turki.
REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS -- Hampir setengah bulan menunda-nunda kelanjutan pelayaran setelah penyerangan tentara laut Zionis Israel. Akhirnya, Global Sumud Flotilla (GSF) memutuskan untuk melanjutkan misi pelayaran kemanusian menembus blokade Gaza, Palestina. Angkat jangkar serempak kapal-kapal kemanusian itu bakal dilakukan pada Kamis (14/5/2026) dari Dermaga Albatros, Marmaris, Turki. 500 lebih para relawan, dan dokter, bersama para aktivis akan ikut dalam pelayaran sipil akbar tersebut.
Diperkirakan ada sebanyak 54 kapal yang bakal kembali berlayar. Termasuk di antara 34 kapal yang lolos dari penyerangan tentara laut zionis di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani pada Rabu (29/4/2026) lalu. Armada sisa itu, sudah bergabung memasuki perairan Marmaris pada Sabtu (9/5/2026) tengah malam lalu.
Di Marmaris, sejak awal sudah bersiap sedikitnya 13 kapal dari Sumud Turki dalam misi pelayaran akbar menembus blokade Gaza itu. "Kami secara kolektif sudah memutuskan untuk kembali berlayar," begitu keputusan bersama para pemimpin Global Sumud Flotilla di Marmaris, Turki, Rabu (13/5/2026). "Keberangkatan dijadwalkan pada tanggal 14 (Kamis)," sambung pernyataan itu.
Sebelum memutuskan kembali melanjutkan pelayaran, pada Selasa (12/5/2026) Steering Committee Global Sumud Flotilla mengumpulkan seluruh partisipan pelayaran di Beluga Resort di Marmaris. General Assembly digelar untuk membahas tentang kelanjutan misi pelayaran sipil untuk kemanusian tersebut. Masih terdapat sekitar 400-an para aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla yang datang ke gelaran penentuan nasib misi tersebut.
Mereka yang datang ke pertemuan itu, termasuk seluruhnya para aktivis pelayaran yang sempat tertahan selama sepekan di perairan Yunani. Ratusan relawan dan aktivis yang selama sepekan ini sudah menunggu pelayaran di Pelabuhan Marmaris juga ambil bagian dalam pembahasan rencana kelanjutan misi Global Sumud Flotilla itu. Termasuk diantaranya, delapan peserta pelayaran dari Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Dalam general assembly itu dibahas tentang semua aspek menyangkut apakah pelayaran Global Sumud Flotilla 2026 akan dilanjutkan, atau ditunda. Seluruh partisipan pelayaran dari sedikitnya 40-an negara itu, juga membahas sisi baik, maupun buruk atas kelanjutan ataupun penundaan pelayaran kemanusian tersebut.
General assembly juga turut membahas ragam aspek politik dan geopolitik apabila pelayaran dilanjutkan ataupun ditunda. Bahkan, dalam pertemuan itu juga membahas soal prediksi keamanan, dan prakiraan cuaca jika pelayaran dilanjutkan.
General assembly seluruh partisipan pelayaran itu, turut dihadiri oleh Saif Abukeshek yang merupakan salah satu pemimpin Global Sumud Flotilla tahun ini. Saif, baru saja dibebaskan, dan dideportasi oleh otoritas zionis ke Barcelona, Spanyol pada Ahad (10/5/2026) lalu.
Padahal sebelumnya, Saif merupakan salah satu korban keganasan tentara laut zionis. Saif, bersama mitranya sesama pemimpin pelayaran Global Sumud Flotilla, Thiago Avila merupakan korban dari penyerangan, pembajakan, dan penculikan kapal-kapal serta aktivis pelayaran oleh tentara laut zionis di perairan internasional dekat Yunani, pada Rabu (29/4/2026) lalu.
Meskipun tentara laut zionis menyerang 22 kapal, dan menculik sedikitnya 178 para aktivis dan relawan Global Sumud Flotilla. Namun hanya Saif dan Thiago yang dibawa ke sel penjara zionis yang berada di situs keamanan Shikma di tanah pendudukan. Saif dan Thiago selama dalam penawanan zionis, sempat diancam akan dibunuh atau dipenjara 100 tahun atas aktivisme keduanya terhadap Palestina.
Zionis Israel menuduh aktivisme Saif dan Thiago dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla merupakan bentuk perbantuan terhadap kelompok terorisme di Gaza. Zionis juga menuduh Saif dan Thiago melakukan terorisme karena membantu masyarakat di Gaza, yang selama ini diperangi oleh tentara zionis.
Saif dan Thiago sempat melakukan mogok makan dan minum selama dalam penawanan. Dan keduanya mengalami penyiksaan fisik dan psikologis sebelum akhirnya dibebaskan lalu dideportasi, pada Ahad (10/5/2026).
Saif, saat berpidato di hadapan partisipan dalam general assembly di Beluga Resort, di Marmaris, Turki, Selasa (12/5/2026) menyampaikan, bahwa misi Global Sumud Flotilla bukanlah kisah tentang penculikan zionis terhadap dirinya maupun Thiago, ataupun ratusan aktivis lainnya. Kata dia, misi pelayaran akbar Global Sumud Flotilla harus tetap menjadikan keadilan dan kemanusian untuk masyarakat di Gaza sebagai tujuan utamanya.
"Misi flotilla ini harus tetap menjadikan Gaza, Palestina sebagai tujuan," kata dia. Apapun yang ia hadapi dan alami selama dalam penawanan tentara zionis, tak sebanding dengan penderitaan masyarakat di Gaza yang bertahun-tahun dalam blokade total Zionis Israel.
"Apa yang saya, dan kawan-kawan saya alami selama ini, tidak ada apa-apanya dengan yang dialami oleh orang-orang di Gaza, Palestina. Mereka mengalami hal-hal paling buruk di dunia yang dilakukan oleh Israel. Pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan di Gaza yang hampir setiap hari kita mendengarnya dari sana," kata Saif.
Karena itu, kata dia, misi Global Sumud Flotilla harus menjadi jalur aktivisme kemanusian yang dapat memaksa otoritas-otoritas di seluruh dunia untuk segera melihat, dan menghentikan kengerian penjajahan, maupun genosida yang dilakukan Zionis Israel di Gaza. "Berlayar hanyalah salah satu cara agar kita dan seluruh dunia tidak tinggal diam membiarkan situasi di Gaza. Berlayar hanyalah salah satu cara untuk kita membuka blokade yang dilakukan fasisme Israel terhadap Gaza selama ini," ujar Saif.
Kapal-kapal armada Global Sumud Flotilla yang sudah bersiap berlayar dari Dermaga Albatros, Marmaris, sejak pekan lalu sudah mulai mengemas barang-barang bantuan kemanusian untuk masyarakat di Gaza, Palestina. Para relawan mengumpulkan donasi untuk dibelikan berton-ton makanan berat dan protein tinggi, vitamin, air bersih, hingga susu formula untuk bayi juga anak-anak di Gaza yang selama ini dibiarkan kelaparan, dan kehilangan rumah tinggalnya akibat penjajahan dan genosida yang dilakukan Zionis Israel.

4 hours ago
8















































