REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump menyatakan di platform Truth Social-nya bahwa kesepakatan antara AS dan Iran telah tercapai. Ia mengeklaim bahwa Selat Hormuz bakal kembali dibuka menyusul kesepakatan itu.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump. "Selamat kepada semuanya! Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz bebas tol, dan, bersamaan dengan ini, mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal Dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!”
Belum diketahui secara pasti bagaimana isi kesepakatan tersebut. Namun dalam bocoran draf yang dilansir media Iran, kesepakatan mencakupi penghentian agresi di semua wilayah Timur Tengah, utamanya Lebanon; perginya pasukan AS dari sekitar Iran; pembukaan kembali Selat Hormuz dengan kendali Iran; skema ganti rugi bagi Iran atas serangan AS-Israel; pencairan dana Iran yang dibekukan sanksi AS; dan kerangka kesepakatan nuklir.
TV pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran “memaksa” AS untuk menerima perjanjian perdamaiannya. Kantor Berita Fars Iran melaporkan bahwa pernyataan resmi dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi akan segera dikeluarkan mengenai perjanjian gencatan senjata dengan AS.
Mereka menambahkan bahwa telah diputuskan bahwa lalu lintas laut melalui Teluk Persia dan Selat Hormuz akan diatur oleh Iran melalui koordinasi dengan Oman.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang jadi negosiator juga mengumumkan telah tercapainya kesepakatan. “Setelah pembicaraan intensif, kami dengan bangga mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI,” tulisnya di X.
“Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon.” Dia menambahkan upacara penandatanganan resmi akan dilakukan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss.
"Dengan kesepakatan yang sudah ada, mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan minggu ini. Diskusi pra-implementasi ini akan menjadi landasan bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi.”
Menurut pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Tasnim, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan negosiasi untuk kesepakatan akhir akan diadakan dalam jangka waktu 60 hari. Ini setelah mereka memverifikasi bahwa AS menerapkan komitmennya berdasarkan kesepakatan tersebut, termasuk mengakhiri permusuhan, mencabut blokade, dan melepaskan aset.
Gharibabadi mengatakan bahwa pada Jumat, tanggal yang ditetapkan untuk upacara resmi, kedua delegasi akan mengadakan pembicaraan untuk menentukan pengaturan negosiasi di masa depan. Dia juga mengatakan bahwa Iran memasukkan semua “posisi penting” dalam rancangan nota kesepahaman tersebut.
Ia menambahkan bahwa teks tersebut akan dipublikasikan setelah upacara resmi yang dijadwalkan pada Jumat. “Nota kesepahaman ini tidak berarti mempercayai musuh,” kata Gharibabadi dalam sambutannya yang disiarkan kantor berita Tasnim. “Kami akan memantau implementasi komitmen AS,” katanya.
Eskalasi di Teluk dimulai serangan besar-besaran AS- Israel ke Iran pada Februari lalu. Alasan AS terkait serangan itu berubah-ubah. Terungkap belakangan, Trump terbujuk rayuan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa serangan ke Iran dan pembunuhan pemimpin tertinggi Ayatullah Ali Khamenei akan menjatuhkan rezim.
Prediksi itu keliru. Meski Ayatullah Khamenei bersama keluarganya syahid, warga Iran tak turun ke jalan menggulingkan pemerintahan. Tampuk kepemimpinan langsung diserahkan ke Mojtaba Khamenei putra Ali Khamenei yang aelamat dari serangan AS.
Iran juga menyerang pangkalan-pangkalan AS di Teluk yang digunakan dalam serangan AS-Israel. Lebih dari 20 pangkalan AS porak poranda, menguak janji palsu bahwa AS bisa membawa keamanan di kawasan itu. Drone sederhana Iran juga menguras habis persediaan pencegat mahal buatan AS di kawasan.
Senjata paling dahsyat Iran kemudian adalah kendali atas Selat Hormuz yang sebelum serangan bebas mutlak dilintasi kapal dagang. Blokade Iran atas jalur minyak krusial itu membuat ekonomi dunia terpuruk. Banyak negara di tubir krisis ekonomi dengan harga BBM yang melonjak.
Akibat tekanan Iran tersebut, AS menyepakati gencatan sementara pada April. Namun, AS dan Iran masih beberapa kali saling serang. Israe jugal terus melakukan pelanggaran dengan menyerang selatan Lebanon yang jadi markas kelompok Hizbullah. Kelompok Syiah itu kembali aktif menyerang Israel selepas terbunuhnya Ayatullah Khamenei.
Pekan lalu, Iran menyerang Israel sebagai balasan atas aksi Zionis di Lebanon di tengah upaya gencatan senjata. Balasan Iran itu tak diduga dan diyakini memicu kian lekasnya tanggapan AS menyepakati gencatan.
Serangan AS dan Israel ke Iran sejak Februari lalu menewaskan lebih dari 3.000 warga Iran. Jumlah kematian serupa juga di Lebanon. Banyak dari korban adalah warga sipil. Ribuan bangunan sipil di Iran termasuk rumah sakit, sekolah, kampus, pembangkit listrik, fasilitas migas, fasilitas air bersih dan situs cagar budaya dihancurkan AS-Israel.

19 hours ago
15















































