Berebut Bangku Depan, Tradisi Unik Hari Pertama Sekolah di Indramayu

8 hours ago 13

Tas milik salah seorang murid diikat di bangku saat hari pertama sekolah di SDN 4 Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Senin (13/7/2026). Sejumlah orang tua mengikat tas anaknya ke bangku sekolah menggunakan tali rafia sebagai penanda tempat duduk anak mereka. Cara sederhana tersebut telah menjadi pemandangan yang hampir selalu muncul setiap awal tahun ajaran di sekolah tersebut. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Setiap tahun ajaran baru, orang tua bersama anaknya sudah mendatangi halaman sekolah selepas subuh. Di tengah dinginnya udara, mereka berdiri di depan gerbang sekolah yang masih terkunci. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Begitu pintu gerbang dibuka, langkah-langkah cepat beradu menuju ruang kelas. Bangku-bangku di barisan depan menjadi tujuan utama. Siapa yang lebih dahulu tiba, dialah yang lebih dulu mengamankan tempat duduk untuk anaknya. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Di SDN 4 Kedokan Agung, berebut bangku depan telah menjadi tradisi yang berulang setiap hari pertama masuk sekolah. Bahkan, menurut sejumlah orang tua, kebiasaan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun dan diwariskan dari satu angkatan ke angkatan berikutnya. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Tradisi itu melahirkan berbagai cara yang unik. Ada orang tua yang mengikat tas di bangku menggunakan tali rafia atau menempelkan nama anak di meja. Semua dilakukan dengan satu tujuan, anak mereka bisa duduk di barisan paling depan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Bagi para orang tua, bangku depan bukan sekadar soal posisi. Mereka meyakini tempat duduk paling depan membuat anak lebih mudah berkonsentrasi, lebih cepat memahami pelajaran, serta lebih leluasa berinteraksi dengan guru. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Kepala SDN 4 Kedokan Agung, Usmad, mengatakan kebiasaan tersebut hampir selalu terjadi setiap awal tahun ajaran. Orang tua percaya posisi duduk di depan membuat anak lebih fokus menerima pelajaran dan lebih mudah berkomunikasi dengan guru. Karena itu, bangku-bangku di barisan depan selalu menjadi incaran, terutama bagi siswa kelas I dan kelas II yang masih membutuhkan pendampingan lebih intensif dalam proses belajar. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Pihak sekolah berupaya menjaga agar tradisi tersebut tetap berlangsung tertib. Sekolah memperbolehkan orang tua memberi penanda sederhana pada bangku, seperti mengikat dengan tali atau menempelkan nama, selama tidak merusak fasilitas sekolah. Pihak sekolah juga terus mengingatkan agar tidak terjadi perselisihan antarsesama orang tua saat memilih tempat duduk. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Tradisi berebut bangku depan mencerminkan besarnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak. Mereka percaya bahwa langkah kecil di hari pertama sekolah dapat menjadi awal yang baik bagi perjalanan belajar selama satu tahun ke depan. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

Ketika bel masuk akhirnya berbunyi, ruang-ruang kelas kembali tenang. Anak-anak duduk di bangku yang telah diperjuangkan orang tua mereka sejak sebelum matahari terbit. Di balik kursi-kursi kayu itu tersimpan harapan yang sederhana, namun begitu besar: semoga dari bangku paling depan lahir semangat belajar, prestasi, dan masa depan yang lebih baik. (FOTO : Edwin Putranto/Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, Hari pertama masuk sekolah biasanya identik dengan wajah-wajah ceria anak-anak yang mengenakan seragam baru. Namun, di SDN 4 Kedokan Agung, Kabupaten Indramayu, ada pemandangan lain yang tak kalah menarik. Sejak sebelum fajar menyingsing, para orang tua sudah mendatangi sekolah demi satu tujuan: mendapatkan bangku paling depan bagi putra-putri mereka.

Tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun itu menjadi cerminan besarnya harapan orang tua terhadap pendidikan anak, sekaligus menghadirkan warna tersendiri dalam menyambut tahun ajaran baru.

sumber : Republika

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |