Ansor Gaungkan Spirit Surah Ar-Ra'd Ayat 11, Perubahan Dimulai dari Diri Sendiri

10 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID,JOMBANG -- Spirit perubahan yang terkandung dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11 menjadi salah satu pesan utama dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Angkatan XI Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tahun 2026. Pesan tersebut disampaikan Ketua PP GP Ansor, Aminuddin Ma'ruf saat menjadi narasumber dalam kaderisasi nasional yang digelar di Pesantren Bumi Sholawat Progresif, Sidoarjo, Jawa Timur.

Amin menegaskan setiap transformasi besar harus berangkat dari perubahan cara berpikir, integritas, dan visi para pelakunya. Menurut dia, pesan tersebut selaras dengan firman Allah dalam Surah Ar-Ra'd ayat 11:  

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ 

Artinya: "....Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka..." (QS Ar-Ra'd [13]: 11)..

"Organisasi yang besar tidak boleh terjebak dalam kompleksitas birokrasi internal yang mengaburkan mandat utamanya. Begitu pula dengan GP Ansor," ujar Amin dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (13/7/2026).

Wakil Menteri Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) ini mencontohkan transformasi yang dilakukan di lingkungan BUMN melalui penyederhanaan struktur organisasi. Dari semula memiliki 1.074 entitas, portofolio BUMN dirampingkan menjadi sekitar 281 entitas pada 2026 agar tata kelola menjadi lebih efektif dan efisien.

Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin menjelaskan, kaderisasi merupakan jangkar utama organisasi untuk melahirkan pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman. Menurut dia, Ansor harus menjadi organisasi yang terus melahirkan gagasan dan inovasi, bukan sekadar menjalankan rutinitas.

"Ansor adalah rumah terbuka, mimpi apa pun bisa kita cetak. Tempat berkumpulnya harapan, itulah organisasi. Ke depan, seluruh instrumen dan struktur Ansor harus hadir dengan kemampuan-kemampuan barunya," ucao Addin.

Ia menilai tantangan masa depan akan semakin berat. Indonesia, kata dia, akan menghadapi perubahan sosial yang memunculkan masyarakat tanpa nilai bahkan masyarakat tanpa organisasi. Karena itu, seorang pemimpin harus mampu menggerakkan orang melalui ide dan karya.

"Bagaimana kita menggerakkan orang dengan ide dan karya kita, bahkan tanpa kita harus bergerak secara fisik? Seorang pemimpin itu adalah pemimpin ide," ujarnya.

Addin juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi kemajuan ekonomi organisasi. Ia menginstruksikan seluruh struktur GP Ansor membangun sekolah-sekolah pelatihan secara mandiri agar mampu melahirkan tenaga kerja terampil dan membuka lapangan pekerjaan.

"Tidak boleh ada lahan dan orang yang menganggur. Semua aset harus bisa kita kelola secara maksimal. Itulah fungsi kepemimpinan," ucapnya.

PKN Angkatan XI GP Ansor digelar pada 6-12 Juli 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai tokoh, teknokrat, profesional, serta tiga guru besar dari sejumlah perguruan tinggi. Rangkaian kaderisasi ditutup di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, dengan berziarah ke makam KH Wahab Hasbullah, pendiri GP Ansor sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU). 

Lokasi tersebut juga akan menjadi tempat penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026. Menurut Addin, penutupan di Tambakberas menjadi pengingat agar kader Ansor meneladani semangat perjuangan KH Wahab Hasbullah dalam membangun organisasi dan mengabdi kepada umat.

"Mbah Wahab selain pendiri NU, juga pendiri Ansor. Harapan besarnya Ansor akan menjadi penggerak organisasi seperti teladan dari Mbah Wahab. Selain itu, tanggung jawab kita, Ansor Banser adalah memastikan muktamar berjalan dengan aman dan sukses," jelas Addin.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |