REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK - Ancaman kejahatan siber, khususnya phishing, terus meningkat seiring pesatnya transformasi digital. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menghadirkan inovasi edukatif bertajuk Garuda Cyber Shield, sebuah chatbot berbasis Large Language Model (LLM) yang dirancang untuk meningkatkan literasi keamanan digital masyarakat.
Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan sosialisasi kepada anggota PKK di Kecamatan Limo, Kota Depok, pada Jumat (26/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tema 'Garuda Cyber Shield: Pengembangan Chatbot Edukasi Phishing Berbasis Large Language Model untuk Meningkatkan Literasi Keamanan Digital Masyarakat'.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai berbagai modus phishing yang kerap beredar melalui pesan singkat, media sosial, email, hingga aplikasi perpesanan. Tim mahasiswa juga membekali peserta dengan pengetahuan untuk mengenali tautan mencurigakan, menjaga keamanan data pribadi, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi indikasi penipuan digital.
Selain memberikan edukasi, tim memperkenalkan Garuda Cyber Shield, chatbot berbasis kecerdasan buatan yang dirancang sebagai media pembelajaran interaktif. Melalui chatbot ini, masyarakat dapat memperoleh informasi seputar phishing, mengenali karakteristik berbagai modus penipuan digital, serta mendapatkan panduan pencegahan yang mudah dipahami.
Salah satu anggota tim PKM, Fadila Hairinnisa, mengatakan kegiatan sosialisasi menjadi tahap awal untuk memperkenalkan inovasi sekaligus menyerap masukan dari masyarakat sebelum aplikasi dikembangkan lebih lanjut.
“Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa ancaman phishing bisa menimpa siapa saja. Melalui Garuda Cyber Shield, kami menghadirkan media edukasi yang mudah diakses dan interaktif agar masyarakat lebih siap mengenali serta menghindari berbagai modus penipuan digital. Masukan dari peserta menjadi bekal penting untuk menyempurnakan chatbot ini agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna,” ujar Fadila.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Beragam pengalaman terkait pesan penipuan yang mengatasnamakan perbankan, marketplace, hingga instansi pemerintah menjadi bukti bahwa literasi keamanan digital masih perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang digital.
Pada kesempatan ini, Kader PKK Kecamatan Limo, Nuriah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UNM yang menghadirkan edukasi keamanan digital secara langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena hampir seluruh aktivitas masyarakat kini menggunakan teknologi digital. Edukasi mengenai phishing dan keamanan data pribadi menjadi kebutuhan yang penting agar masyarakat lebih waspada dan tidak mudah menjadi korban penipuan siber,” ungkapnya.
Sementara itu, dosen pendamping PKM, Titin Kristiana, menilai inovasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
“Garuda Cyber Shield menunjukkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi publik. Kami berharap inovasi ini mampu meningkatkan literasi keamanan digital masyarakat sekaligus menjadi solusi yang mudah diakses dalam menghadapi ancaman phishing yang terus berkembang,” kata dia, dalam rilis yang diterima, Kamis (2/7/2026).
Sebagai Kampus Digital Bisnis, tegasnya, Universitas Nusa Mandiri terus mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui Garuda Cyber Shield, mahasiswa UNM membuktikan bahwa kecerdasan buatan dapat menjadi sarana efektif untuk membangun budaya digital yang lebih aman, cerdas, dan bertanggung jawab,” tutupnya.

8 hours ago
9










































