Tomy Winata: Indonesia Tetap Menarik bagi Investor, Jangan Ragu Berinvestasi

7 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Pengusaha nasional sekaligus Founder dan Pembina Yayasan Artha Graha Peduli, Tomy Winata, menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu negara yang sangat prospektif bagi investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, posisi strategis Indonesia membuat negara ini tetap dibutuhkan dunia dan memiliki daya tarik kuat bagi investor domestik maupun asing.

Pernyataan tersebut disampaikan Tomy saat menghadiri peluncuran rangkaian perayaan ulang tahun ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel dan ulang tahun ke-22 Discovery Mall Bali bertema “Kuta Kita” di Kuta, Bali, Rabu (17/6/2026).

Di tengah perlambatan ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta meningkatnya persaingan antarnegara dalam menarik modal asing, Tomy menilai Indonesia justru berada pada posisi yang menguntungkan.

“Indonesia menurut saya prospektif untuk perekonomian di tengah kondisi ekonomi dunia seperti ini. Saya yakin Indonesia strategis dan dibutuhkan oleh dunia,” kata Tomy.

Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap optimistis terhadap masa depan ekonomi nasional. Menurut Tomy, persatuan dan stabilitas menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor.

“Sebagai orang Indonesia, kita harus yakin. Yang penting kita bersatu dan tidak mudah terpengaruh provokasi. Ikuti aturan pemerintah, bekerja dan berusaha dengan baik,” ujarnya.

Tomy juga menyampaikan keyakinannya terhadap arah pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha.

Selain menyoroti prospek ekonomi nasional, Tomy memberikan pesan kepada kalangan pengusaha agar mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengembangkan usaha.

Menurut dia, investasi tidak boleh dilakukan secara berlebihan tanpa memperhitungkan kemampuan dan kondisi bisnis yang sebenarnya. Keberlanjutan usaha, kata Tomy, lebih penting dibandingkan ekspansi yang terlalu agresif.

“Investasi harus dilakukan secara terukur dan sesuai kekuatan yang dimiliki. Yang tidak kalah penting adalah mengikuti aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan usaha dengan integritas dan persaingan yang sehat. Dalam pandangannya, keberhasilan ekonomi Indonesia akan selalu menghadirkan kompetisi dari negara lain, namun hal itu harus disikapi secara positif.

“Kalau kita melihat negara lain melihat Indonesia bagus, ada yang senang dan bergandengan tangan, tapi ada juga yang cemburu. Itu hal yang biasa. Yang penting bersaing dengan sehat dan tidak memfitnah,” ujarnya.

Secara khusus, Tomy menilai Bali masih menjadi salah satu daerah dengan prospek investasi terbaik di Indonesia. Menurut dia, kekuatan Bali tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, tetapi juga didukung budaya, sejarah, nilai spiritual, serta infrastruktur yang terus berkembang.

“Soal iklim investasi di Bali masih bagus, dan saya yakin itu. Jika industri pariwisata berjalan, otomatis banyak bidang ikut terangkat, termasuk ekonomi kreatif, akomodasi, kuliner, seni budaya hingga wisata religi,” katanya.

Tomy menambahkan bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan lingkungan. Karena itu, perusahaan perlu menyisihkan sebagian keuntungan untuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pelestarian lingkungan.

Bagi Tomy, modal utama untuk menangkap peluang tersebut adalah optimisme nasional dan kepatuhan terhadap aturan.

“Yang penting kita bekerja sama, menjaga toleransi dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kalau itu dilakukan, saya yakin ekonomi Indonesia akan terus berkembang,” ujarnya.

sumber : Rilis

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |