REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Teknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) mulai diperkenalkan ke pasar otomotif Indonesia sebagai alternatif untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi. Changan Indonesia berencana menghadirkan Deepal S05 REEV yang diklaim mampu menjawab kebutuhan mobilitas jarak jauh sekaligus mengurangi kekhawatiran pengguna terkait jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
Kehadiran teknologi tersebut dinilai relevan dengan kondisi pasar kendaraan listrik di Indonesia yang terus berkembang, namun masih menghadapi sejumlah tantangan seperti keterbatasan stasiun pengisian daya di beberapa wilayah dan kebutuhan perjalanan antarkota yang cukup tinggi.
CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengatakan Indonesia memiliki karakteristik pasar yang unik karena minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat, sementara kebutuhan mobilitas masih sangat beragam.
Menurut dia, teknologi REEV dapat menjadi solusi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik yang lebih luas di masa depan.
"Indonesia merupakan pasar yang unik. Minat terhadap kendaraan listrik terus meningkat, namun kebutuhan mobilitas masyarakat sangat beragam dan sering kali mencakup perjalanan jarak jauh. Melalui Changan Deepal S05 REEV, kami ingin menghadirkan solusi elektrifikasi yang tetap fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan konsumen," ujar Setiawan dalam keterangannya.
Berbeda dengan kendaraan hybrid konvensional, Deepal S05 REEV sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik berkekuatan 160 kW dengan torsi 320 Nm. Sementara mesin pembakaran internal berkapasitas 1.497 cc yang disematkan pada kendaraan tersebut tidak berfungsi menggerakkan roda, melainkan hanya bertugas sebagai generator untuk menghasilkan energi listrik guna mengisi baterai saat dibutuhkan.
Teknologi tersebut memungkinkan kendaraan tetap menghadirkan karakter berkendara khas mobil listrik yang responsif dan senyap, sekaligus menawarkan fleksibilitas untuk perjalanan jarak jauh.
Deepal S05 REEV dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 27,28 kWh yang memungkinkan kendaraan melaju hingga 170 kilometer dalam mode listrik murni berdasarkan metode pengujian NEDC.
Saat daya baterai mulai berkurang, sistem range extender akan bekerja secara otomatis untuk menjaga pasokan energi. Dengan kombinasi baterai dan tangki bahan bakar penuh, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.100 kilometer.
Selain itu, kendaraan tersebut juga telah mendukung teknologi DC Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 20 menit. Fitur pendukung lain seperti regenerative braking dan Vehicle-to-Load (V2L) turut disematkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Dari sisi desain, Deepal S05 REEV mengusung konsep yang dikembangkan di Turin, Italia, dengan fokus pada efisiensi aerodinamika dan kenyamanan kabin. Kendaraan ini juga mengedepankan aspek keselamatan melalui penggunaan material baja berkekuatan tinggi dan aluminium pada struktur bodi.
Model tersebut melengkapi lini kendaraan elektrifikasi Changan di Indonesia bersama Deepal S07 dan Lumin. Dengan dukungan jaringan distribusi dan layanan purnajual Indomobil Group, perusahaan optimistis kehadiran teknologi REEV dapat memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi bagi konsumen nasional.
Setiawan mengatakan Changan memandang transisi menuju kendaraan listrik sebagai proses yang membutuhkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Karena itu, kami akan segera menghadirkan Deepal S05 REEV di Indonesia sebagai salah satu langkah untuk mendukung transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan," katanya.

9 hours ago
9

















































