Satpol PP Bali Imbau Pengunjung PKB 2026 Langsung Lapor ke Posko Jika Alami Pelecehan

18 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali mengimbau para pengunjung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2026 untuk segera melapor ke posko keamanan apabila mengalami gangguan atau persoalan keamanan. Imbauan ini disampaikan menyusul viralnya keluhan dugaan pelecehan yang dialami sejumlah pengunjung perempuan di area Taman Budaya Art Center.

Kepala Satpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kasus yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Ia menegaskan bahwa kecepatan laporan dari korban sangat krusial agar petugas patroli dapat segera menuju lokasi kejadian.

“Tidak ada laporan ke tim keamanan di PKB terkait kasus orang yang dimaksud. Sedianya lapor ke posko keamanan kalau ada yang begini. Di posko kan ada petugas, jadi kalau ada laporan tentu yang sedang patroli bisa segera ke lokasi kejadian,” kata Dewa Darmadi di Denpasar, Kamis.

Kronologi Viral di Media Sosial

Kasus ini mencuat setelah akun TikTok @greeytales mengunggah video yang menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat menonton pagelaran di Panggung Ardha Candra. Dalam unggahan tersebut, diceritakan seorang pria diduga sengaja menempelkan tubuhnya ke korban dengan gestur mencurigakan saat situasi sedang padat penonton.

Di kolom komentar unggahan itu, banyak warganet lain mengaku mengalami hal serupa saat menonton PKB 2026 pada malam hari. Bahkan, salah satu dari mereka sempat memotret pria yang diduga sebagai pelaku. Foto tersebut kemudian dikonfirmasi oleh beberapa perempuan lain yang merasa menjadi korban.

Menanggapi hal tersebut, Satpol PP Bali memastikan akan mencari tahu identitas pria yang dimaksud. Pencarian ini akan dilakukan dengan melibatkan tim keamanan gabungan, termasuk Satpol PP Denpasar, TNI/Polri, pecalang, dan unsur pengamanan lainnya.

Kendala Identifikasi dan Imbauan Pelaporan

Meski demikian, Dewa Darmadi meragukan efektivitas pemeriksaan rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku. Ia beralasan bahwa kejadian berlangsung pada malam hari, sehingga menyulitkan identifikasi visual. Selain itu, membaca gestur seseorang di tengah keramaian dinilai sangat sulit tanpa adanya laporan langsung.

“Pikiran orang atau gestur orang di tengah keramaian sulit dicari tahu, maka semestinya langsung melapor. Tapi kami akan berusaha cari dulu orangnya,” ujarnya.

Hingga saat ini, di festival seni tahunan terbesar di Bali tersebut, Satpol PP Bali mengaku belum menerima laporan kasus kriminal besar. Laporan yang masuk ke posko keamanan umumnya hanya terkait kehilangan anggota keluarga, yang biasanya dapat segera ditangani dengan cepat.

Selain fokus pada keamanan, petugas juga memastikan area Taman Budaya Art Center steril dari sampah plastik sekali pakai. Dewa Darmadi pun mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengalami masalah keamanan, mengingat Pesta Kesenian Bali masih akan berlangsung hingga 11 Juli 2026 dengan potensi lonjakan pengunjung yang lebih tinggi.

Ia juga mengimbau warganet untuk lebih berhati-hati dalam mengunggah konten di media sosial, terutama yang menyangkut foto seseorang yang diduga sebagai pelaku kejahatan. Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum apabila orang yang dituduh tidak terbukti bersalah.

“Yang jelas melapor. Kalau untuk kehilangan barang kami imbau agar lebih berhati-hati, dan jangan buang sampah sembarangan. Setiap giliran ada 100 orang tim keamanan berjaga dan ada patroli mulai dari jalan raya, pintu-pintu masuk Taman Budaya, panggung-panggung pagelaran, area kuliner. Kami juga ada patroli intel menyusup di keramaian, jadi sulit kalau tidak langsung lapor,” tuturnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |