Pemerintah Evaluasi Sistem Kelistrikan usai Peristiwa Blackout Sumatra

8 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menjadikan peristiwa blackout Sumatra sebagai momentum evaluasi besar terhadap keandalan infrastruktur kelistrikan nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) memperkuat backbone sistem Sumatra melalui pembangunan pembangkit, transmisi 500 kV/275 kV, serta penguatan subsistem kelistrikan di tiap provinsi.

Sejak gangguan sistem kelistrikan di Pulau Andalas pada Jumat (22/5/2026), Kementerian ESDM, PLN, dan Kementerian Sekretariat Negara terus melakukan koordinasi intensif. Pemerintah menurunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk mengawasi proses pemulihan sekaligus menginvestigasi penyebab gangguan meluas tersebut.

“Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian blackout ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak,” kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Yuliot mengatakan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh guna mengetahui akar persoalan gangguan sistem kelistrikan Sumatra. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberi arahan langsung kepada PLN untuk mempercepat penguatan sistem kelistrikan Sumatra. Penguatan dilakukan melalui pembangunan pembangkit dan transmisi tegangan tinggi untuk meningkatkan keandalan jaringan.

PLN juga diminta menyiapkan pembangkit maupun infrastruktur blackstart. Hal itu agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat ketika terjadi gangguan besar pada sistem kelistrikan.

Tri mengatakan pemerintah turut mendorong percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatra bagian barat. Langkah tersebut guna menjaga keseimbangan sistem dan memperkuat pasokan listrik di Pulau Andalas.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi turun langsung ke Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatra (UIP3BS) di Pekanbaru, Riau, Ahad (24/5/2026), untuk memimpin proses penormalan sistem. PLN mempercepat pemulihan jaringan transmisi interkoneksi dan memastikan seluruh tahapan recovery berjalan aman dan terukur.

PLN mengungkapkan indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhi kondisi cuaca. Gangguan itu kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatra dan berdampak pada sejumlah pembangkit di berbagai wilayah.

“Pertama-tama kami atas nama PLN menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat di wilayah Sumatra yang terdampak gangguan sistem kelistrikan,” ujar Darmawan.

Ia menjelaskan proses pemulihan dilakukan secara intensif sejak awal gangguan terjadi. Penormalan dilakukan bertahap mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga distribusi listrik ke masyarakat.

Setelah jaringan transmisi Sumatra kembali terhubung, PLN melanjutkan penyalaan pembangkit dan sinkronisasi sistem secara bertahap. Tahapan itu dilakukan dengan memasukkan daya listrik dari pembangkit ke sistem transmisi Sumatra agar pasokan listrik dapat pulih menyeluruh.

Hingga kemarin pukul 06.00 WIB, suplai daya sebesar 5.579 megawatt (MW) telah kembali dipasok ke 1.770 jaringan distribusi pelanggan yang sebelumnya terdampak gangguan. PLN memastikan sebanyak 176 gardu induk yang sempat terdampak telah kembali normal.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa henti seluruh personel di lapangan serta dukungan dari Kementerian ESDM dan berbagai pihak di daerah, sistem kelistrikan Sumatra kini telah kembali normal,” kata Darmawan.

PLN memprioritaskan pengamanan pasokan listrik untuk rumah sakit, bandara, dan pusat layanan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung. Pemantauan kondisi sistem dilakukan secara intensif melalui UIP3BS sebagai pusat kendali operasional sistem kelistrikan Sumatra.

Di Pekanbaru, Darmawan turut meninjau operasional PLTU Tenayan bersama jajaran direksi PLN. Pada waktu yang sama, koordinasi pemulihan di wilayah Sumatra bagian selatan dipimpin langsung dari Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatra Bagian Selatan (UP2B Sumbagsel) di Palembang, Sumatra Selatan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |