MSCI Keluarkan CPIN dan GOTO dari Indeks Global, Ini Daftar Saham yang Bertahan

22 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penyedia indeks global MSCI Inc resmi mengumumkan hasil MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review pada 12 Agustus 2026. Dalam tinjauan berkala ini, dua saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, sementara tidak ada saham baru yang masuk ke dalam indeks acuan utama tersebut.

Pengumuman yang dirilis di Jakarta, Rabu, ini menyebutkan seluruh perubahan akan berlaku pada penutupan bursa 31 Agustus 2026 dan efektif mulai 1 September 2026. Penyesuaian ini menjadi perhatian penting bagi investor karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing di pasar modal Indonesia.

Rincian Perubahan Saham Indonesia

Berdasarkan hasil tinjauan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index. Tidak ada satu pun saham Indonesia yang berhasil masuk ke dalam indeks utama ini pada periode review kali ini.

Sementara itu, pada kategori MSCI Global Small Cap Index, terjadi pergeseran yang cukup signifikan. MSCI memasukkan satu saham, yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), yang turun kelas dari indeks standar. Di sisi lain, sembilan saham dikeluarkan dari indeks kapitalisasi kecil ini.

Kesembilan saham yang keluar dari MSCI Small Cap Index adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak Tbk (BUKA), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

Untuk kategori MSCI Micro Cap Index, tidak terdapat perubahan sama sekali, baik penambahan maupun pengeluaran konstituen saham Indonesia.

Daftar Saham yang Bertahan

Dengan perubahan ini, masih terdapat sembilan saham Indonesia yang menghuni MSCI Global Standard Index. Kesembilan saham tersebut adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Kemudian, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Sementara itu, pada MSCI Global Small Cap Indexes, masih terdapat sekitar 33 saham Indonesia yang bertahan di dalam daftar indeks tersebut. MSCI dijadwalkan akan mengumumkan index review berikutnya pada 11 November 2026, dengan tanggal efektif pada 1 Desember 2026.

MSCI Index Review merupakan peninjauan berkala triwulanan yang dilakukan MSCI untuk menyesuaikan bobot, memasukkan, atau mengeluarkan konstituen saham global dalam portofolio indeks acuannya. Hasil peninjauan ini sangat krusial karena secara langsung mempengaruhi aliran dana asing di pasar modal global.

Sebelumnya, melalui MSCI 2026 Market Classification Review pada 24 Juni 2026, MSCI mengakui reformasi transparansi yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pengakuan itu mencakup peningkatan pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka High Shareholders Concentration (HSC), serta peta jalan peningkatan persyaratan free float minimum menjadi 15 persen.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |