Hornbills Rebut Gim Keempat, Paksa Final IBL Ditentukan pada Gim Kelima di Markas Pelita Jaya

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Bogor Hornbills memastikan persaingan final Indonesian Basketball League (IBL) 2026 belum berakhir. Tampil penuh determinasi di hadapan pendukung sendiri, Hornbills menundukkan Pelita Jaya Jakarta 85-72 pada gim keempat final di GOR Laga Tangkas, Bogor, Jumat (26/6/2026) malam.

Kemenangan tersebut membuat kedudukan final menjadi imbang 2-2 sehingga penentuan gelar juara harus ditentukan pada gim kelima di kandang Pelita Jaya, PJ Arena, Kuningan, Jakarta Selatan, Ahad (28/6/2026).

Menghadapi laga hidup-mati, Hornbills langsung tampil menekan sejak awal. Mereka membuka pertandingan dengan keunggulan 5-0 dan tidak pernah sekalipun membiarkan Pelita Jaya memimpin hingga laga berakhir.

Sempat diimbangi 19-19 pada akhir kuarter pertama berkat kontribusi Andakara Prastawa, Brandon Jawato, dan Darious Moten, Hornbills kembali mengambil alih permainan pada kuarter kedua. Lima tembakan tiga angka yang berhasil bersarang ke ring lawan membuat tuan rumah menutup babak pertama dengan keunggulan 47-38.

Momentum itu terus berlanjut selepas jeda. Stephaun Branch tampil luar biasa dengan mencetak tujuh poin beruntun pada awal kuarter ketiga, dibantu permainan solid Fhirdan Guntara dan Daniel Wenas. Hornbills kemudian memperlebar keunggulan menjadi 64-50 sebelum memasuki kuarter penutup.

Pelita Jaya tak mampu bangkit pada kuarter keempat. Selvy Rondonuwu membuka kuarter dengan lima poin beruntun, sementara jump shot Travin Thibodeaux membuat keunggulan Hornbills sempat melebar hingga 21 poin. Tuan rumah akhirnya mengunci kemenangan meyakinkan 85-72.

Pelatih Hornbills Cesar Camara Perez mengatakan perubahan terbesar timnya terletak pada kualitas pertahanan. Menurut dia, agresivitas yang kembali diperlihatkan para pemain saat bertahan menjadi fondasi kemenangan yang memaksa final berlanjut hingga laga penentuan.

"Kami menemukan kembali energi dan keagresifan yang kami butuhkan untuk defense kami. Itu kunci dari game tadi. Kami memulai pertandingan dengan beberapa open shot dan spacing yang bagus di low post, meskipun gagal mendapat poin. Namun kami tetap percaya dan bertahan dengan agresif. Itu kunci utama dari gim tadi," ujar Cesar.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan timnya harus mempertahankan standar pertahanan seperti yang ditampilkan pada gim pertama, kedua, dan keempat jika ingin membawa pulang gelar juara.

"Kami harus menunjukkan level defense seperti game pertama, kedua, dan game hari ini, tidak seperti game ketiga. Sekarang kami istirahat, menganalisis pertandingan, evaluasi, lalu besok ke Jakarta. Kami harus fokus dan siap untuk menang pada Ahad," katanya.

Guard Hornbills Fhirdan Guntara menilai kemenangan tersebut berawal dari keyakinan seluruh pemain. Menurutnya, Hornbills tidak ingin terbebani oleh tekanan harus menang demi memperpanjang napas di final.

"Saya pribadi tidak terlalu overthinking soal kalah atau menang. Mindset kami tetap menang karena kami punya kapabilitas itu. Setiap kami melakukan defense yang bagus, offense kami akan mengalir dengan baik," ujar Fhirdan.

Di kubu Pelita Jaya, pelatih David Singleton mengakui timnya kalah dari segi energi dan agresivitas. Ia menyebut para pemain Hornbills tampil lebih siap sejak awal sehingga anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan.

"Energinya tidak ada, sementara mereka bermain dengan agresif dan level energi mereka lebih baik. Sekarang kami harus memulihkan kondisi, melihat lagi video pertandingan, dan melakukan pekerjaan lebih baik lagi," kata Singleton.

Meski kecewa, Singleton menegaskan target Pelita Jaya tidak berubah. Gim kelima di kandang sendiri menjadi kesempatan terakhir untuk mengunci gelar juara IBL musim ini.

"Tujuannya tetap sama, yaitu menjadi juara. Gim kelima adalah kesempatan kami untuk menjadi juara," ujarnya.

Senada dengan pelatihnya, point guard Pelita Jaya Andakara Prastawa memilih tidak larut dalam kekalahan. Menurutnya, seluruh fokus kini tertuju pada laga penentuan.

"All in saja nanti di gim kelima. Tinggal satu gim lagi, kasih semua yang kami bisa," kata Prastawa.

Secara statistik, Hornbills memang tampil jauh lebih efisien. Mereka membukukan akurasi tembakan dua angka mencapai 67 persen dan tripoin sebesar 34 persen. Sebaliknya, Pelita Jaya hanya mampu memasukkan empat dari 22 percobaan tripoin atau setara 18 persen.

Stephaun Branch menjadi bintang kemenangan Hornbills dengan torehan 37 poin. Travin Thibodeaux melengkapi penampilan impresif tuan rumah lewat tambahan 22 poin. Dari kubu Pelita Jaya, Perrin Buford mencetak 17 poin, sedangkan Agassi Goantara menyumbang 16 poin.

Final IBL 2026 pun akan ditentukan dalam satu pertandingan terakhir di Jakarta. Momentum kini berada di pihak Hornbills setelah mampu bangkit dari ketertinggalan, tetapi Pelita Jaya masih memiliki keuntungan tampil di hadapan publik sendiri pada gim penentuan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |