REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mengungkapkan sektor pertanian yang sangat rentan terhadap krisis iklim hanya mendapatkan 4 persen dari total pendanaan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Pernyataan ini disampaikan setelah Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) dan FAO mengeluarkan laporan tentang dampak pemanasan global terhadap sistem pangan, ekosistem, dan kehidupan manusia.
Laporan itu memperingatkan sejumlah kawasan mungkin akan mengalami 250 hari yang terlalu panas untuk bekerja di luar ruangan. WMO dan FAO menekankan perlunya peningkatan sistem peringatan dini dan praktik pertanian yang tahan terhadap pemanasan global.
Asisten Direktur Jenderal dan Direktur Kantor Perubahan Iklim, Keanekaragaman Hayati, dan Lingkungan FAO Kaveh Zahedi mengatakan setiap tahun dampak perubahan iklim pada sektor pertanian semakin buruk. Zahedi mengatakan setiap kenaikan 1 derajat Celsius akan mengurangi 6 persen hasil panen komoditas pertanian penting.
Ia mengatakan panen beras, jagung, gandum, dan kedelai sudah turun. Komoditas-komoditas itu merupakan makanan pokok yang menyediakan 60 persen kalori dunia. Zahedi mengatakan sangat penting mempersiapkan petani dalam menghadapi krisis iklim untuk menjaga ketahanan pangan dunia.
"Petani tidak bisa mempersiapkan diri dari apa yang tidak mereka ketahui akan terjadi. Karena itu, sistem peringatan dini multi-bahaya merupakan salah satu investasi tercerdas yang dapat kita lakukan untuk melindungi petani dan ketahanan pangan dari panas ekstrem," kata Zahedi seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (26/5/2026).
Meski terdapat kesenjangan dalam penggunaan internet dan ponsel, menurut Zahedi, sistem peringatan dini masih menjadi alat paling penting untuk melindungi kelompok paling rentan. Ia mengatakan hambatan itu dapat diatasi dengan menggunakan alat komunikasi lain seperti SMS, radio komunitas, atau pengumuman di tingkat pemerintahan daerah terkecil.
Ia menekankan hal paling penting adalah memastikan petani mendapatkan informasi yang tepat waktu dan efektif, apa pun cara penyampaian informasinya. Zahedi mengatakan dukungan untuk petani tidak boleh berhenti pada sistem peringatan dini, tetapi harus dipadukan dengan panduan agar petani dapat mengambil tindakan.
"Mereka perlu lebih dari sekadar informasi adanya panas ekstrem. Kita perlu melangkah lebih lanjut dan menyampaikan apa yang sebenarnya dapat mereka lakukan," katanya.
Zahedi mengatakan petani perlu mendapatkan pelatihan tentang cara melindungi kelembapan tanah melalui pemulsaan, cara menyimpan air, menggeser waktu penyiraman tanaman ke jam-jam yang lebih sejuk, atau menggunakan jaring peneduh untuk melindungi tanaman.
"Saran praktis dan dapat ditindaklanjuti harus berjalan seiring dengan sistem peringatan dini,” katanya.
Zahedi mengatakan pendanaan iklim yang tersedia masih jauh di bawah kebutuhan sektor pertanian.
“Ketika Anda melihat pendanaan iklim, analisis kami menunjukkan hanya sekitar 4 persen dari pendanaan iklim publik yang dialokasikan untuk pertanian dan membangun ketahanan di bidang pertanian,” katanya.

10 hours ago
10














































