REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengawasi ketat proses pemulihan sistem kelistrikan Sumatra pascagangguan yang memicu pemadaman meluas di sejumlah wilayah pada Jumat (22/5/2026). Pemerintah meminta PT PLN (Persero) mempercepat normalisasi pasokan listrik agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Kementerian ESDM bersama Kementerian Sekretariat Negara dan PLN terus melakukan koordinasi intensif sejak awal gangguan terjadi. Pemerintah juga menurunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan untuk memantau proses pemulihan sekaligus menginvestigasi penyebab gangguan sistem.
"Kementerian ESDM sebagai regulator dan pengawas subsektor ketenagalistrikan memberikan perhatian serius terhadap kejadian blackout ini. Kami memahami gangguan tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat serta berdampak pada aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah terdampak," kata Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Jakarta, dikutip Senin (25/5/2026).
Yuliot menerangkan investigasi teknis dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui akar persoalan gangguan sistem kelistrikan Sumatra. Pemerintah juga menyiapkan langkah mitigasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno menjelaskan pemerintah terus mengevaluasi proses pemulihan agar sistem kelistrikan kembali andal dan aman. Pengawasan dilakukan langsung di lapangan melalui tim inspektur ketenagalistrikan.
"Pada tahap awal pasca padam meluas, kami telah menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan ke lapangan dan akan diperkuat tim berikutnya untuk melakukan investigasi lebih intensif," ujar Tri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengarahkan PLN memperkuat backbone sistem kelistrikan Sumatra melalui pembangunan pembangkit dan transmisi 500 kV/275 kV. Pemerintah menilai penguatan subsistem di tiap provinsi penting untuk meningkatkan keandalan jaringan.
PLN juga diminta menyiapkan pembangkit maupun infrastruktur blackstart untuk mempercepat pemulihan bila terjadi gangguan besar pada sistem kelistrikan. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatra bagian barat.
"Menteri ESDM memberikan arahan kepada kami untuk memastikan percepatan pembangunan pembangkit di wilayah Sumatra bagian barat berjalan baik," kata Tri.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo bersama jajaran direksi turun langsung ke Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatra (UIP3BS) di Pekanbaru, Riau, Ahad (24/5/2026), untuk memimpin proses penormalan sistem. PLN mempercepat pemulihan jaringan transmisi interkoneksi dan memastikan seluruh tahapan recovery berjalan aman.
PLN menyebut suplai daya sebesar 5.579 megawatt (MW) telah kembali dipasok ke 1.770 jaringan distribusi pelanggan yang sebelumnya terdampak gangguan. Hingga Senin (25/5/2026) pukul 06.00 WIB, sebanyak 176 gardu induk yang sempat terdampak juga telah kembali normal.
“Kami langsung mengawal proses penormalan di lapangan, dan saat ini sistem kelistrikan Sumatra sudah kembali normal. PLN terus melanjutkan proses penyalaan listrik hingga ke seluruh pelanggan,” kata Darmawan.
Ia menjelaskan proses pemulihan dilakukan intensif sejak awal gangguan terjadi pada Jumat (22/5/2026). Penormalan dilakukan bertahap mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, gardu induk, hingga distribusi listrik ke masyarakat.
PLN mengungkapkan indikasi awal gangguan berasal dari sistem transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang diduga dipengaruhi kondisi cuaca. Gangguan itu kemudian memicu efek domino pada sistem kelistrikan Sumatra dan berdampak pada sejumlah pembangkit di berbagai wilayah.
Setelah jaringan transmisi Sumatra kembali terhubung, PLN melanjutkan penyalaan pembangkit dan sinkronisasi sistem secara bertahap. Tahapan itu dilakukan dengan memasukkan daya listrik dari pembangkit ke sistem transmisi Sumatra agar pasokan listrik dapat pulih menyeluruh.
"Proses penormalan pembangkit terus dilakukan secara bertahap, khususnya untuk pembangkit berbasis batubara yang membutuhkan waktu sinkronisasi lebih panjang," jelas Darmawan.
PLN juga memprioritaskan pengamanan pasokan listrik pada fasilitas layanan publik seperti rumah sakit, bandara, dan pusat layanan masyarakat agar pelayanan tetap berjalan selama proses pemulihan. Pemantauan kondisi sistem dilakukan secara intensif melalui UIP3BS sebagai pusat kendali operasional sistem kelistrikan Sumatra.
Di Pekanbaru, Darmawan turut meninjau operasional PLTU Tenayan bersama jajaran direksi PLN. Pada waktu yang sama, koordinasi pemulihan di wilayah Sumatra bagian selatan dipimpin langsung dari Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatra Bagian Selatan (UP2B Sumbagsel) di Palembang, Sumatra Selatan.

10 hours ago
12














































