Bapera DKI Minta Kader Dukung Pemprov Lewat Kegiatan Sosial

11 hours ago 16

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) DKI Jakarta menyatakan kesiapan menjadi mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, termasuk membantu warga ketika terjadi bencana. Organisasi tersebut menilai peran sosial perlu diperkuat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga Ibu Kota.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPD Bapera DKI Jakarta Basri Baco saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Bapera DKI Jakarta di Aula DPD Golkar DKI Jakarta, Jalan Pegangsaan Barat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).

Rakerda bertema “Pemuda Bergerak Menuju Era Baru Jakarta” tersebut turut dihadiri Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq dan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta Muhamad Matsani.

Basri mengatakan, Bapera perlu memiliki kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, termasuk membantu warga yang terdampak bencana.

“Ini yang membuat kita agak unik, dan memang semangat ketua umum itu membangun organisasi ini adalah pengabdian terhadap masyarakat, sehingga dimanapun kita berada harus ada fungsi dan gunanya buat masyarakat yang ada,” kata Basri di hadapan para kader.

Menurut Basri, bantuan kepada masyarakat terdampak bencana tidak harus selalu dalam jumlah besar. Bantuan sederhana yang diberikan pada saat dibutuhkan tetap dapat membantu meringankan beban warga.

Basri mengatakan, peran sosial tersebut juga perlu berjalan sejalan dengan hubungan kemitraan antara Bapera dan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, dia meminta kader menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu penyelenggaraan pemerintahan.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta tersebut meminta kader Bapera menerjemahkan hubungan kemitraan itu melalui kegiatan yang dapat membantu masyarakat dan mendukung program pemerintah daerah.

Di sisi lain, Basri meminta organisasi tetap mandiri dalam menjalankan kegiatannya. Pengurus dan kader tidak diperbolehkan menjadikan pemerintah daerah maupun aparat kewilayahan sebagai sumber pembiayaan kegiatan Bapera.

“Kita setiap kegiatan harus mandiri, tidak boleh keluar proposal. Jadi yang boleh adalah internal yaitu memaksimalkan potensi kader-kader internal Bapera, contoh Bendahara Umum,” tuturnya.

Basri juga mengingatkan kader agar tidak menggunakan nama Bapera untuk mencari penghasilan melalui aktivitas seperti menjadi juru parkir atau menjaga tanah dan ruko. Menurutnya, organisasi harus menjaga citra sebagai organisasi kemasyarakatan dan tidak terjebak dalam praktik premanisme.

Ketua Umum DPP Bapera Fahd El Fouz A Rafiq menilai kepemimpinan Basri Baco telah memperluas struktur organisasi Bapera DKI Jakarta hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Fahd menyebut penguatan struktur tersebut juga menjadi modal organisasi untuk menyiapkan kader yang dapat mengambil peran di ruang publik, termasuk dalam politik lokal.

“Pak Basri Baco juga bisa membantu mengantarkan perolehan kursi Golkar di DPRD DKI Jakarta, dari yang awalnya enam orang menjadi 10 orang pada Pileg 2024 lalu,” ujar Fahd.

Basri sebelumnya juga menargetkan setiap daerah pemilihan (dapil) di Jakarta memiliki kader Bapera yang siap maju sebagai calon anggota DPRD DKI Jakarta. Target tersebut akan dipersiapkan melalui penguatan struktur organisasi.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta Muhamad Matsani mengapresiasi keberadaan Bapera di Ibu Kota. Menurutnya, keterlibatan organisasi masyarakat dibutuhkan untuk menjaga hubungan sosial dan mendukung pembangunan Jakarta.

“Bapera punya posisi strategis jaga harmoni sosial Jakarta, mampu membangun komunikasi dengan sehat dan memiliki semangat gotong royong,” katanya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |