Banten Migrant Center Dibentuk, Bidik Perluasan Peluang Kerja dan SDM Berdaya Saing Global

9 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, CILEGON -- Banten Migrant Center dibentuk untuk memperluas akses kerja sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja asal Banten agar mampu bersaing di pasar global. Kehadiran pusat pengembangan pekerja migran itu diharapkan menjadi wadah pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga penempatan kerja yang legal dan aman.

Pembentukan Banten Migrant Center ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Provinsi Banten, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA Untirta) di SMK YPWKS Kota Cilegon, Senin (15/6/2026).

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Akbar Djohan mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan dunia industri dengan sistem pendidikan dan pelatihan tenaga kerja.

"Sebagai BUMN, Krakatau Steel memiliki tanggung jawab moral untuk turut menghadirkan solusi ketenagakerjaan yang konkret bagi masyarakat Banten. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan ekosistem industri yang telah berkembang di Banten dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja," ujar Akbar dalam siaran pers, Selasa (16/6/2026).

Menurut dia, Krakatau Steel Group akan mengoptimalkan aset pendidikan, fasilitas pelatihan, dan lingkungan industrinya guna mendukung pengembangan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

"Kami berharap sinergi ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang memiliki kompetensi global sehingga mampu meningkatkan daya saing sekaligus martabat tenaga kerja Indonesia di pasar internasional," kata Akbar.

Gubernur Banten Andra Soni menilai keberhasilan program tersebut bergantung pada kesesuaian antara pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri. Karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar tenaga kerja yang dihasilkan memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar.

"Kita harus memastikan pendidikan dan pelatihan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak tenaga kerja Banten yang memiliki kompetensi, mendapatkan perlindungan, dan memperoleh akses terhadap pekerjaan yang layak baik di dalam maupun luar negeri," ujar Andra.

Ia menambahkan, Banten Migrant Center juga diharapkan dapat membantu menekan tingkat pengangguran melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan akses terhadap lapangan kerja.

Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian P2MI Dwi Setiawan Susanto mengatakan Banten menjadi daerah pertama yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, sekolah vokasi, dan BUMN dalam satu ekosistem penyiapan pekerja migran.

Menurut dia, model tersebut dapat menjadi percontohan nasional dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan terlindungi.

"Banten menjadi pilot project implementasi arahan Presiden dalam menyiapkan pekerja migran yang kompeten, terlindungi, dan memiliki daya saing global. Melalui kolaborasi ini, kita ingin mendorong lahirnya lebih banyak tenaga kerja terampil yang mampu mengisi berbagai peluang kerja di pasar internasional," ujar Dwi.

Kehadiran Banten Migrant Center sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja.

Selain memberikan pelatihan dan sertifikasi kompetensi, pusat ini juga akan menjadi sarana penyediaan informasi dan pendampingan bagi calon pekerja migran agar dapat bekerja secara legal, aman, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |