Viral Warga Sakit Ditandu Darurat karena Akses Jalan tak Memadai, Begini Respons Bupati Jeje

8 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT - Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menanggapi viralnya seorang perempuan yang sedang sakit diusung warga menggunakan tandu ambulans yang diikat tali tambang dan bambu di Kampung Cipicung, RW 03, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Perempuan yang diketahui bernama Rina Fitri Yulianti (39) terpaksa ditandu darurat oleh warga pada Ahad (14/6/2026) sejauh 500 meter menuju ambulans karena pemukiman di wilayah tersebut tidak bisa diakses menggunakan kendaraan roda empat. Jeje mengaku sudah mendapat informasi detail mengenai permasalahan tersebut.

"Menanggapi video yang beredar terkait warga Desa Sumurbandung yang ditandu menuju ambulans karena akses menuju rumahnya berada di dalam gang dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, kami telah melakukan pendalaman serta menerima laporan dan keterangan dari Pemerintah Desa Sumur Bandung maupun pihak kecamatan," kata Jeje saat dikonfirmasi, Selasa (16/6/2026).

Jeje mengatakan, akses utama menuju pemukiman di Kampung Cipicung merupakan lahan milik PT KAI dan Pemerintah Desa Sumurbandung sudah mengajukan permohonan adanya pembukaan jalan agar bisa diakses kendaraan roda empat. Namun sejauh ini menurut dia belum ada izin.

"Pemerintah Desa Sumurbandung sebelumnya telah beberapa kali mengajukan permohonan izin kepada PT. KAI agar jalur tersebut dapat ditingkatkan dan dapat dilalui kendaraan roda empat, namun hingga saat ini izin tersebut belum diperoleh," ujar Jeje.

Pemkab Bandung Barat, kata dia, akan berkoordinasi dengan PT KAI untuk mencari solusi terbaik bagi masyarakat yang menginginkan adanya peningkatan aksesibilitas menuju pemukiman di Kampung Cipicung. Jeje mengatakan, pelayanan kesehatan dan peningkatan infastuktur di Bandung Barat menjadi prioritas.

"Kami memahami kondisi ini menimbulkan kesulitan, terutama dalam situasi darurat kesehatan yang membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Kecamatan, serta pihak PT. KAI untuk mencari solusi terbaik demi meningkatkan aksesibilitas masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, Ketua RW 03 Setiawan menceritakan kronologis dan penyebab warganya harus ditandu menuju ambulans. Awalnya, kata Setiawan, pasien tersebut menjalanai operasi atas penyakit yang dideritanya sepekan lalu dan dijadwalkan kembali kontrol ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pekan ini. Namun karena darurat, pasien tersebut mendadak harus kembali di bawa ke RSHS Bandung lebih cepat.

"Harusnya Rabu besok kontrol, tapi katanya jahitannya kebuka lagi jadi kemarin pagi itu dibawa lagi ke rumah sakit," ucap Setiawan.

Namun karena pemukimannya tidak bisa diakses mobil termasuk ambulans, akhirnya warga menandu perempuan tersebut menggunakan tandu ambulans diikat tali tambang dan bambu menyusuri jalan setapak dan samping rel kereta api. Warga bergotong-royong membawa pasien itu menuju ambulans yang terpakir di dekat Stasiun Sasaksaat.

"Jadi ditandu itu karena memang ke sini enggak bisa diakses ambulans. Ditandunya itu sekitar 500 meter lebih menuju ambulans," ujar dia.

Setiawan melanjutkan, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi di wilayahnya dikarenakan keterbatasan akses jalan. Pasien-pasein darurat yang memang tidak bisa dibawa menggunakan sepeda motor terpaksa harus dibawa menggunakan tandu seperti dalam video yang viral di media sosial.

"Jadi ini bukan kejadian pertama, sebelumnya juga udah sering. Apalagi kalau yang mau melahirkan kan ambulans enggak sampai sini, jadi digotong," kata Setiawan.

Warga sudah berulang kali mengajukan pembukaan akses agar mobil bisa masuk ke dekat pemukiman. Namun hingga kini urung terealisasi. "Sudah diajukan supaya mobil bisa masuk, tapi belum sampai sekarang. Mudah-mudahan ke depannya ada solusi," ujar dia. 

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |