REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Seorang informan FBI yang bertindak sebagai Confidential Human Source (CHS) menyatakan keyakinannya bahwa almarhum Jeffrey Epstein, tokoh keuangan yang terlibat skandal perdagangan seks, adalah agen intelijen Israel. Pernyataan ini tercantum dalam dokumen pemerintah yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Kehakiman AS sebagai bagian dari jutaan halaman berkas kasus Epstein. Dokumen tersebut mengungkap bahwa pengacara Epstein, Alan Dershowitz, pernah mengatakan kepada Alex AcostaJaksa Agung AS untuk Distrik Selatan Florida saat itu, bahwa Epstein "terafiliasi dengan dinas intelijen AS dan sekutunya."
Menurut informan, rekaman telepon antara Dershowitz dan Epstein menunjukkan bahwa Mossad kerap menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan setelah percakapan tersebut. Informan juga menyebut kedekatan Epstein dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak, yang disebut sebagai "pembimbing" Epstein dalam pelatihan intelijen. Bahkan, informan menegaskan bahwa Barak "percaya Netanyahu adalah seorang kriminal," dan bahwa Epstein direkrut sebagai agen Mossad di tengah persaingan geopolitik regional yang melibatkan Israel, sebagaimana diberitakan TRT World.
Informan tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa Dershowitz diduga berkata, "jika saya masih muda, saya akan memegang stun gun sebagai agen Mossad." CHS pun menyimpulkan bahwa Dershowitz telah direkrut oleh Mossad dan aktif mendukung misi mereka. Meski dokumen merujuk pada "laporan sebelumnya," tidak jelas laporan mana yang dimaksud, menambah lapisan misteri pada kasus ini.
Keterangan informan ini muncul bersamaan dengan dirilisnya dokumen lain yang menyebut nama-nama elite politik dan keuangan terkait Epstein. Epstein sendiri ditemukan tewas di sel tahanan New York pada 2019, saat menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks. Sebelumnya, pada 2008, ia mengaku bersalah di Florida karena menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi, sebuah kesepakatan yang dikritik sebagai "deal yang terlalu ringan" bagi Epstein.
Jeffrey Edward Epstein adalah seorang pemodal asal Amerika Serikat yang dikenal karena kekayaan melimpah dan jaringan pergaulan luas dengan elit global, mulai dari politikus, pebisnis, hingga anggota keluarga kerajaan. Lahir di Brooklyn pada 1953, ia memulai kariernya sebagai guru sebelum terjun ke dunia keuangan di Bear Stearns dan kemudian mendirikan perusahaan manajemen asetnya sendiri. Namun, citra publiknya sebagai miliarder dermawan hancur setelah terungkap bahwa ia mengelola jaringan perdagangan seks yang mengeksploitasi puluhan anak di bawah umur selama beberapa dekade.
Kejahatan utama Epstein melibatkan perekrutan gadis-gadis remaja, beberapa di antaranya baru berusia 14 tahun, untuk diperdagangkan dan dipaksa melakukan tindakan seksual di berbagai properti miliknya, termasuk rumah mewah di Manhattan dan Palm Beach, serta pulau pribadinya di Karibia. Dibantu oleh rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell, ia menggunakan kekuasaan dan uangnya untuk menjerat korban serta membungkam mereka agar tidak melaporkan pelecehan tersebut. Investigasi menunjukkan bahwa ia mengoperasikan jaringan tersebut secara sistematis, bahkan memberikan insentif kepada korban untuk merekrut gadis-gadis lainnya.
Perjalanan hukum Epstein berakhir tragis ketika ia ditemukan tewas gantung diri di sel penjara federal Manhattan pada Agustus 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan federal terkait perdagangan seks anak. Meskipun kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri, peristiwa ini memicu berbagai teori konspirasi karena dianggap terjadi tepat saat ia berpotensi mengungkap keterlibatan tokoh-tokoh besar lainnya. Hingga tahun 2026, perilisan bertahap "Epstein Files", dokumen pengadilan yang memuat ribuan halaman kesaksian dan nama-nama yang terkait dengannya, terus menjadi pusat perhatian dunia karena mengungkap sejauh mana jejaring sosial dan politik di sekelilingnya membiarkan kejahatannya berlangsung.

4 days ago
28



































