Israel Kembali Bunuh Jurnalis Aljazeera di Gaza

19 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Tentara Israel membunuh dua warga sipil Palestina, termasuk jurnalis Mohammed Wishah, koresponden Aljazeera Mubasher di Gaza pada Rabu malam. Israel dengan menargetkan kendaraan mereka di Jalan Al-Rashid, sebelah barat Kota Gaza.

Jurnalis Muhammad Rabah melaporkan dari Gaza, Kantor Media Pemerintah mengkonfirmasi kematian Mohammed Samir Weshah. Kantor itu mencatat bahwa pembunuhannya meningkatkan jumlah jurnalis yang menjadi syuhada oleh pendudukan Israel menjadi 262 di Jalur Gaza sejak awal perang genosida.

Pembunuhan ini terjadi ketika pasukan Israel, sejak 10 Oktober, terus melanggar perjanjian gencatan senjata dan deeskalasi di Jalur Gaza. Pelanggaran tersebut mengakibatkan 738 warga sipil syahid dan 2.035 orang luka-luka, sedangkan 759 jenazah korban telah ditemukan.

Secara kumulatif, sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023, jumlah korban tewas meningkat menjadi 72.317, dengan total 172.137 korban luka dilaporkan, menurut Kementerian Kesehatan.

Aljazeera melansir, serangan udara yang menewaskan Wishah menyebabkan mobil terbakar,. Israel telah menargetkan jurnalis di Jalur Gaza sejak awal perang genosida terhadap warga Palestina di Gaza pada Oktober 2023.

Dalam sebuah pernyataan, Jaringan Media Aljazeera mengatakan pihaknya “mengutuk keras kejahatan keji yang menargetkan dan membunuh koresponden Aljazeera Mubasher, Mohammed Wishah”.

Sebuah kendaraan hancur terbakar menyusul serangan udara Israel di jalan Al Rashid, barat daya Kota Gaza, 8 April 2026. Penargetan Israel menyebabkan terbunuhnya koresponden Al Jazeera Mohammed Wshah.

“Ini merupakan pelanggaran baru dan mencolok terhadap semua hukum dan norma internasional, dan mencerminkan kebijakan sistematis yang terus menerus menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” katanya.

Aljazeera berduka atas korespondennya Mohammed Wishah, yang bergabung dengan Jaringan tersebut pada tahun 2018, Aljazeera menegaskan bahwa pembunuhannya bukanlah tindakan acak tetapi kejahatan yang disengaja dan ditargetkan yang dimaksudkan untuk mengintimidasi jurnalis dan mencegah mereka menjalankan tugas profesionalnya,” lanjut pernyataan itu.

Ibrahim al-Khalili dari Aljazeera, melaporkan dari Kota Gaza, mengatakan fakta bahwa Wishah terbunuh saat melakukan perjalanan di jalan utama di Kota Gaza menunjukkan “situasinya menjadi jauh lebih mengerikan mengingat pelanggaran ‘gencatan senjata’ yang dilakukan militer Israel”.

“Sudah hampir enam bulan sejak ‘gencatan senjata’ yang ditengahi AS diberlakukan, dan pelanggaran Israel terus berlanjut – menargetkan jurnalis seperti Wishah, yang telah meliput perang genosida sejak hari pertama,” katanya.

Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan militer Israel telah melakukan sekitar 2.000 pelanggaran sejak “gencatan senjata” berlaku. Kantor tersebut juga mengatakan pembunuhan Wishah adalah contoh “penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina” oleh Israel.

Mereka meminta Federasi Jurnalis Internasional, Persatuan Jurnalis Arab dan badan-badan media di seluruh dunia untuk “mengutuk kejahatan sistematis terhadap jurnalis dan pekerja media Palestina di Jalur Gaza.”

Kantor tersebut mengimbau komunitas internasional dan organisasi terkait untuk “menghentikan serangan yang berulang-ulang ini,” mengadili mereka yang bertanggung jawab di pengadilan internasional, dan “menerapkan tekanan yang serius dan efektif untuk menghentikan kejahatan genosida” dan melindungi jurnalis di Gaza.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |