Kedubes Iran untuk RI Sampaikan Duka Cita Gugurnya TNI di Lebanon

11 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kedutaan Besar Iran untuk Republik Indonesia menyampaikan duka cita atas gugurnya tentara Indonesia akibat serangan di pos UNIFIL di Lebanon selatan. Mereka menyatakan mengutuk penargetan pasukan penjaga perdamaian tersebut.

“Dengan ini disampaikan pesan Kedutaan Besar Republik Islam Iran terkait wafatnya seorang prajurit penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di bawah UNIFIL,” tulis akun resmi Kedubes Iran di Jakarta, Senin. 

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas kejadian tragis tersebut.” lanjut pernyataan tersebut.

Pihak Kedubes Iran juga menyatakan dengan tegas mengutuk tindakan ini dan menegaskan bahwa penargetan terhadap penjaga perdamaian tersebut. “Ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.”

Pemerintah Indonesia sebelumnya mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap pos pasukan perdamaian di Adchit al-Qusayr, Lebanon. Satu prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB atau UNIFIL, turut gugur dalam serangan tersebut. Tiga prajurit lainnya juga mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi pada Ahad (29/3/2026) malam atau Senin (30/3/2026) dini hari itu.

“Indonesia mengecam sangat keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan atas peristiwa tersebut,” begitu kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Yvonne Mewengkang kepada Republika di Jakarta, Senin (30/3/2026). 

Atas nama pemerintah Republik Indonesia, juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam penyerangan tersebut.

“Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya yang terluka saat bertugas di United Nation Interim Force in Lebanon (UNIFIL),” kata Yvonne. 

Belum ada kepastian pihak militer mana yang melakukan penyerangan tersebut. Namun dalam penjelasannya, Kemenlu mengatakan serangan ke pos perdamain Indonesia itu terjadi melalui senjata artileri.

“Serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia yang berada di dekat Adchit al-Qusayr,” begitu kata Yvonne. Dikatakan pula dari laporan yang diterima, peristiwa itu terjadi di tengah pertempuran antara pasukan bersenjata di kawasan Lebanon selatan, dengan militer penjajah Zionis Israel. 

“Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan,” begitu kata Yvonne. Meski begitu, kata Yvonne serangan artileri tidak langsung yang mengenai prajurit perdamaian dari Indonesia itu tetap tak dapat diterima.

Sebab kata dia, pasukan perdamaian UNIFIL di bawah mandat resmi Perserikatan Bangsa Bangsa mewajibkan pihak-pihak yang berperang tak menjadikan sebagai objek penyerangan. Penyerangan terhadap pasukan perdamaian PBB melanggar hukum perang atau humaniter internasional, pun melanggar Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB tentang kejahatan perang. 

“Keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya sesuai hukum internasional. Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer (penjaga perdamaian) tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” kata Yvonne.

Pemerintah Indonesia, pun mengecam keras atas serangan-serangan yang dilakukan militer penjajah Zionis Israel di wilayah Lebanon selatan. Sebab serangan-serangan brutal tentara penjajahan tersebut menyasar semua pihak di kawasan tersebut, termasuk sipil, dan infrastruktur-infrastruktur umum. 

“Indonesia mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon. Dan mendesak penghentian serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian,” kata Yvonne.

Hingga saat ini, kata Yvonne, Indonesia terus melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan PBB dalam pemantauan dan pengawasan perdamaian di wilayah Lebanon. “Dan Indonesia tetap dalam kerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah personel perdamaian, dan memastikan perawatan medis yang terbaik bagi personel-personel yang terluka,” begitu sambung Yvonne.

Wilayah selatan Lebanon yang berbatasan langsung dengan pendudukan Zionis Israel di Tanah Palestina memang sejak lama menjadi kawasan biru khusus untuk penempatan Pasukan Perdamaian PBB. Wilayah tersebut kini menjadi front peperangan baru di kawasan Timur Tengah (Timteng) atas agresi Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Republik Islam Iran. Peperangan antara Zionis-AS dengan Iran sudah genap sebulan sejak agresi pembuka pada 28 Februari 2026 lalu. 

Peperangan tersebut menyeret Lebanon karena di kawasan selatan negara itu, terdapat faksi pejuang Hizbullah yang membantu militer Iran dalam melawan agresi Zionis. Peperangan juga terus melebar ke wilayah negara-negara Teluk Arab yang menjadi basis pangkalan-pangkalan militer AS untuk menyerang Iran.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |