Laporan Bambang Noroyono-Thoudy Badai dari Marmaris, Turki
REPUBLIKA.CO.ID, MARMARIS -- Pengadilan rendah penjajahan Zionis Israel di Ashkelon memperpanjang penahanan dua pemimpin pelayaran kemanusian Global Sumud Flotilla (GSF) Thiago Avila dan Seif Abukeshek selama enam hari sampai Ahad (10/5/2026) mendatang. Penuntut umum pada otoritas penjajahan di Tanah Palestina itu menuduh kedua aktivis kemanusian itu dengan beragam sangkaan terkait dengan terorisme.
Tim Advokasi Adalah menyampaikan, jaksa Israel pada persidangan sebelumnya menyampaikan di pengadilan, tentang Thiago dan Seif membantu orang-orang di Gaza, Palestina yang dianggap sebagai musuh zionis. " Jaksa penuntut umum Israel menyampaikan daftar dugaan pelanggaran (kepada Thiago dan Seif) termasuk membantu musuh selama masa perang, berhubungan dengan agen asing, menjadi anggota dan memberikan layanan kepada organisasi teroris, dan mentransfer properti untuk organisasi teroris," begitu dalam siaran pers Adalah yang diterima Republika di Marmaris, Turki, Selasa (5/5/2026).
Anggota Pengacara Adalah, Hadeel Abu Salih dan Lubna Tuma menegaskan, tak ada penjelasan tentang organisasi terorisme seperti apa yang dituduhkan oleh jaksa zionis terhadap Thiago dan Seif. Adalah juga membantah keras tudingan zionis terhadap Thiago dan Seif yang terkait dengan terorisme. Adalah menegaskan, aktivitas Thiago dan Seif yang kini membuat keduanya menjadi tahanan zionis, hanya terkait dengan kegiatan kemanusian bersama ribuan relawan lainnya untuk membantu penduduk sipil yang kelaparan, dan kesusahan di Gaza.
Kegiatan kemanusian tersebut, Thiago dan Seif lakoni bersama ribuan aktivis dari seluruh dunia melalui pelayaran kemanusian melalui perairan laut internasional menuju Gaza. "Bahwa tidak ada hubungan antara memberikan bantuan kemanusian kepada penduduk sipil di Gaza melalui armada kemanusiaan dengan organisasi teroris mana pun," tegas Adalah.
Justeru, menurut Adalah, tentara zionis yang melanggar ketentuan hukum internasional, dengan melakukan pembajakan kapal-kapal dan penculikan para peserta pelayaran. Tindakan ilegal tentara penjajahan itu, yang berujung pada penangkapan Thiago dan Seif di perairan internasional saat memimpin 56 armada kemanusian di perairan internasional dekat Yunani, atau berjarak sekitar 1.000 Kilometer (Km) dari pantai Gaza, pada Rabu (29/4/2026) lalu.
Adalah melawan
Terlepas dari argumen-argumen tim advokasi tersebut, Hakim Pengadilan Rendah Zionis, Yaniv Ben Haroush tetap menyetujui desakan otoritas penjajahan untuk perpanjangan penahanan terhadap Thiago dan Seif. Hakim zionis itu juga menyetujui permintaan jaksa dari otoritas penjajahan yang tak perlu membeberkan bukti-bukti awal terkait tuduhan keterlibatan Thiago dan Seif dengan terorisme. Hakim juga menolak permintaan tim pengacara Adalah, agar jaksa dari pihak zionis menyampaikan bukti-bukti atas dugaan keterlibatan Thiago dan Seif dengan aktivitas terorisme dengan alasan rahasia.
Karena itu, tim pengacara Adalah, mengajukan banding atas putusan awal dari hakim rendah tersebut. "Keputusan pengadilan rendah untuk memperpanjang penahanan para aktivis kemanusiaan (Thiago dan Seif) yang diculik di perairan internasional sama dengan pengesahan yudisial atas pelanggaran hukum negara. Tim Adalah akan segera mengajukan banding ke Pengadilan Negeri untuk menantang keputusan ini dan menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat Thiago dan Saif," begitu tegas Adalah.
Di Pelabuhan Marmaris, Turki, pantaun Republika terkait persiapan kelanjutan pelayaran Global Sumud Flotilla terdapat sekitar 12 kapal yang tetap bersiap melanjutkan misi kemanusian menembus blokade Gaza. Pada Selasa (5/5/2026) ratusan partisipan dari banyak negara yang akan melanjutkan pelayaran, mulai memasukkan logistik, dan bantuan-bantuan kemanusian yang akan dibawa seluruh armada ke daratan Gaza. Bantuan kemanusian itu, berupa bahan makanan berat dan ringan, air bersih, obat-obatan, susu bayi, dan perlengkapan untuk anak-anak serta perempuan.
Kapal-kapal kemanusian yang bersiap berlayar ini, masih menunggu keputusan final dari Steering Committee Global Sumud Flotilla untuk melanjutkan pelayaran ke Gaza atau tidak. Belum diketahui pasti kapan keputusan tersebut akan disampaikan. Namun, sekitar 32 kapal Global Sumud Flotilla lainnya, sudah enam hari menunggu di perairan Yunani untuk melanjutkan pelayaran bersama armada yang bersiap di Turki. 32 kapal yang menunggu di perairan Yunani itu, merupakan armada sisa dari 56 kapal yang diserang oleh tentara laut Zionis Israel di perairan internasional dekat Yunani, pada Rabu (29/4/2026).
Republika juga mendapatkan informasi terkait dengan patroli tentara laut Zionis Israel yang mengerahkan kapal-kapal serangnya di perairan internasional antara Turki dan Yunani. Patroli ilegal itu, dikabarkan untuk menghalau bersatunya armada Global Sumud Flotilla yang menunggu pelayaran dari Turki, dengan kapal-kapal kemanusian yang sudah satu pekan berada di perairan Yunani.

6 hours ago
9















































