Ratusan Warga Adukan Data Desil yang Dinilai Tak Sesuai Kondisi Ekonomi

2 hours ago 7

Ahad 20 Sep 2026 20:08 WIB

Posko Perjuangan Rakyat menginisiasi Posko Pengaduan Desil.

Red: Edwin Dwi Putranto

Ratusan warga mendatangi Posko Pengaduan Desil di Bumi Pospera, Cipinang, Jakarta Timur, Ahad (20/9/2026). Warga datang untuk menyampaikan keberatan terkait data desil yang dinilai tidak menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi mereka. (FOTO : Dok Republika)

Warga mengantre untuk menyampaikan pengaduan terkait data desil di Bumi Pospera. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk ibu rumah tangga, pekerja harian lepas, pengamen, lansia, penyandang disabilitas, dan pengemudi ojek online. (FOTO : Dok Republika)

Warga mengisi data di Posko Pengaduan Desil yang dibuka Posko Perjuangan Rakyat. Pengaduan dilakukan untuk mencocokkan data yang tercatat dengan kondisi kehidupan warga saat ini. (FOTO : Dok Republika)

Warga mendatangi Posko Pengaduan Desil yang berada di Bumi Pospera, Cipinang, Jakarta Timur, Ahad (20/9/2026). Data tersebut kemudian diinventarisasi berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi yang disampaikan warga. (FOTO : Dok Republika)

Pengaduan dibuka sebagai ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi sebenarnya yang mereka hadapi. Warga berharap data yang digunakan dapat mencerminkan kondisi kehidupan mereka sehingga bantuan maupun program pemerintah dapat diberikan secara lebih tepat sasaran. (FOTO : Dok Republika)

Warga mendatangi Posko Pengaduan Desil yang berada di Bumi Pospera, Cipinang, Jakarta Timur, Ahad (20/9/2026). Posko tersebut mengumpulkan laporan warga sebagai bahan pendataan ulang agar kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat tergambar secara lebih sesuai. (FOTO : Dok Republika)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ratusan warga mendatangi Posko Pengaduan Desil di Bumi Pospera, Cipinang, Jakarta Timur, Ahad (20/9/2026). Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pengamen, pekerja harian lepas, lansia, penyandang disabilitas hingga pengemudi ojek online, untuk menyampaikan keberatan atas data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sosial dan ekonomi mereka.

sumber : Republika

Berita Lainnya

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |