REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) bersama LIMA Events resmi meluncurkan PULDAPII Muslim EduFest di Pondok Pesantren Al Binaa Islamic Boarding School, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026). Festival pendidikan tersebut akan digelar bersamaan dengan Muslim LifeFest sebagai wadah yang mempertemukan keluarga Muslim dengan berbagai lembaga pendidikan Islam dari seluruh Indonesia pada 28–30 Agustus 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
Penyelenggara menyebut Muslim EduFest dirancang untuk membantu orang tua memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pilihan pendidikan bagi anak. Di sisi lain, ajang ini juga menjadi ruang bagi sekolah Islam, pesantren, dan lembaga pendidikan lainnya untuk menampilkan program serta kontribusi mereka dalam pengembangan sumber daya manusia.
Peluncuran Muslim EduFest berlangsung di tengah pertumbuhan pesat ekosistem pendidikan Islam nasional. Data yang dipaparkan penyelenggara menunjukkan jumlah pesantren di Indonesia telah mencapai sekitar 42.400 lembaga, hampir dua kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Selain itu, terdapat lebih dari 104 ribu Madrasah Diniyah Takmiliyah dan hampir 195 ribu Lembaga Pendidikan Al-Qur'an yang aktif di berbagai daerah. Besarnya jumlah lembaga tersebut dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan tersedianya ruang informasi dan kurasi yang memudahkan orang tua menentukan pilihan pendidikan yang sesuai bagi anak.
Penyelenggara juga mengutip hasil survei Jakpat pada 2025 terhadap 983 responden. Survei tersebut menunjukkan bahwa meskipun 77 persen orang tua mempertimbangkan aspek akademik, sebanyak 94 persen lebih mengkhawatirkan pembentukan sikap dan adab anak, sementara 90 persen mencemaskan risiko perundungan di lingkungan pendidikan.
Berangkat dari kondisi tersebut, Muslim EduFest tidak hanya dikemas sebagai pameran pendidikan. Festival ini juga menghadirkan seminar parenting, talkshow pendidikan, konsultasi dengan lembaga pendidikan, serta berbagai aktivitas edukatif yang ditujukan bagi keluarga.
Konsep lain yang diusung adalah penyediaan "roadmap pendidikan" bagi orang tua. Melalui pendekatan ini, keluarga diharapkan tidak sekadar mencari sekolah yang dianggap unggul, tetapi juga memahami jalur pendidikan yang sesuai dengan karakter, minat, dan potensi anak.
Direktur PT Lima Event Indonesia, Taufik Surya Hidayat, mengatakan kolaborasi antara PULDAPII dan LIMA Events lahir dari keinginan untuk menghadirkan panggung yang lebih luas bagi pendidikan Islam di Indonesia.
“Kolaborasi ini lahir dari satu kegelisahan yang sama, bahwa lembaga pendidikan Islam di Indonesia memiliki potensi luar biasa, tapi selama ini tumbuh sendiri-sendiri tanpa panggung yang cukup besar untuk saling menginspirasi,” kata Taufik.
Menurut dia, Muslim EduFest diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang pameran. “Ini bukan sekadar expo, tetapi sebuah gerakan untuk membuktikan bahwa generasi dari pesantren, madrasah, dan sekolah Islam bisa berdiri sejajar, bahkan memimpin, di berbagai bidang,” ujarnya.
Festival tersebut juga akan menjadi arena kompetisi bagi siswa SMP dan SMA serta para guru dari berbagai lembaga pendidikan Islam. Sejumlah bidang yang diperlombakan antara lain tahfizh, business plan, karya ilmiah, hingga creative media sebagai upaya mendorong pengembangan kapasitas generasi muda.
Sementara itu, Pengurus Departemen Pendidikan PULDAPII, Ustaz Aminullah Yasin, menilai proses memilih sekolah sering kali menjadi tantangan bagi orang tua. “Tidak ada sekolah yang sempurna untuk semua anak, tetapi selalu ada lingkungan yang lebih sesuai untuk karakter dan potensi masing-masing anak. Karena memilih pendidikan sejatinya bukan memilih gedung atau kurikulum, tetapi memilih lingkungan yang akan ikut membentuk masa depan anak,” katanya.

3 hours ago
8















































