KONI DIY Bangun Kolaborasi Lintas Sektor untuk Dongkrak Prestasi Olahraga

13 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat ekosistem pembinaan olahraga dengan menggandeng berbagai institusi lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan bidang kesehatan, pendidikan, media, hingga teknologi digital untuk mendukung peningkatan prestasi atlet di DIY.

Ketua Umum KONI DIY yang juga Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyampaikan pengembangan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan peran KONI. Menurutnya, dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak agar pembinaan atlet berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. Ia menyebut, prestasi olahraga merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak unsur, mulai dari atlet, pelatih, keluarga, hingga dukungan berbagai institusi yang sering kali bekerja di balik layar.

"Kita mengembangkan kolaborasi, apapun yang terjadi KONI tidak bisa sendirian. Kemudian kami membangun komunikasi, ada beberapa institusi yang kemudian setelah ada komunikasi berkenan untuk berkolaborasi bekerja sama dalam rangka mengasuh dunia olahraga di Yogyakarta," ujar Paku Alam X usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Jumat (3/7/2026).

Paku Alam X menjelaskan, kerja sama yang melibatkan institusi kesehatan, pendidikan, media, serta perguruan tinggi yang bergerak di bidang digital itu penting, karena memiliki peran sesuai tugas dan fungsi untuk mendukung kemajuan olahraga di DIY.

Ia mengapresiasi seluruh lembaga yang telah bersedia menjadi mitra KONI DIY. Kolaborasi ini merupakan langkah untuk membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih modern.

"KONI DIY menyambut baik kerjasama ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih sehat, lebih tertata dan lebih manusiawi. Kami berharap kerjasama ini dapat memberi manfaat langsung bagi atlet dan cabang olahraga. Dukungan kesehatan akan membantu menjaga kebukaran dan kemulihan. Dukungan pendidikan memperluas ruang belajar dan pengembangan diri," ujarnya.

"Dukungan media memperkuat apresiasi publik, sementara teknologi digital dapat membantu pengelolaan data informasi dan komunikasi olahraga secara lebih baik. Semoga penandatangan hari ini tidak berhenti sebagai seremonial belakang, tetapi menjadi awal dari kerja bersama yang pulus, terukur dan berkelanjutan," ucap Paku Alam X menambahkan.

Salah satu fokus kerja sama adalah pengembangan sistem digital dalam tata kelola olahraga. Digitalisasi dinilai akan mempermudah pengelolaan data atlet, sistem penilaian hingga pemeringkatan prestasi. Sementara kolaborasi dengan media diharapkan dapat meningkatkan komunikasi publik sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap prestasi atlet.

"Kalau terkait dengan institusi pendidikan digital, tentu dengan data-data digital supaya kami mudah juga karena kita harus berkemajuan. Jadi kemudian sistem penilaian, kemudian untuk perankingan dan lain sebagainya tentu akan lebih mudah kalau menggunakan digital," ujarnya.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi salah satu mitra strategis KONI DIY. Rektor UMY, Prof Achmad Nurmandi, menyampaikan kampus siap memberikan dukungan melalui layanan kesehatan olahraga, tenaga dokter spesialis, hingga program beasiswa bagi atlet yang menempuh pendidikan di UMY.

"UMY memiliki keunggulan, kita punya sarana kesehatan, dokter spesialis khusus kesehatan olahraga. Kemudian kita fasilitasi juga beasiswa untuk mahasiswa atlet di UMY. Harapan kami mereka menjadi atlet dan bisa mendukung prestasi olahraga Provinsi DIY," ujarnya.

Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi dan KONI akan menciptakan hubungan yang saling menguatkan dalam mencetak atlet berprestasi. Kampus tidak hanya berperan dalam pendidikan, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan pembinaan atlet.

"Apa yang dilakukan kampus dan apa yang dilakukan pemerintah provinsi atau KONI akan lebih simbiosis mutualisme, saling mendukung," katanya.

Ia juga menilai DIY telah memiliki modal yang kuat dalam pengembangan olahraga karena didukung pembangunan sarana olahraga oleh pemerintah daerah hingga tingkat desa.

"DIY merupakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang membangun banyak sarana dan prasarana olahraga. Sampai saat ini saya kira lebih baik dari provinsi-provinsi lain di Indonesia. Misalnya lapangan sepak bola mulai standarnya sudah baik di seluruh desa. Mungkin nanti banyak prasarana lain yang bisa dibantu oleh pemerintah dan KONI," ungkapnya

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |