REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut antusiasme pendaftar untuk bergabung dalam program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) begitu besar. Pendaftaran seleksi nasional SDM KNMP akan ditutup pada 24 April 2026.
“Per hari ini, pukul 10.00 WIB, jumlah pelamar dari empat jabatan yang dibuka telah mencapai 118.676 orang, mencerminkan besarnya minat masyarakat untuk terlibat dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” ujar Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Nyoman mengatakan setiap lokasi KNMP akan diisi oleh empat posisi kunci yang saling terintegrasi, yakni Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, dan Administrasi Keuangan. Ia menegaskan rekrutmen ini dirancang untuk melahirkan SDM unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga tangguh secara karakter.
“KNMP membutuhkan SDM yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga mampu memimpin, beradaptasi, dan menciptakan nilai tambah. Karena itu, peserta terpilih akan dibekali pelatihan komponen cadangan untuk membentuk kedisiplinan dan ketahanan, serta pelatihan manajerial dan tematik sesuai kebutuhan lapangan,” ucap Nyoman.
Nyoman menerangkan pelatihan komponen cadangan menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi nasional yang tidak hanya menguji kompetensi, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuan problem solving di lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengelola kawasan perikanan yang profesional, mandiri, dan berorientasi pada hasil.
Secara nasional, sambung Nyoman, kebutuhan SDM KNMP mencapai 5.476 orang yang akan ditempatkan di berbagai lokasi di Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan operasionalisasi kawasan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan. Ia mengatakan empat posisi yang dibutuhkan yakni manajer operasional, kepala produksi, penjamin mutu, dan administrasi keuangan.
“Manajer Operasional berperan sebagai penggerak utama usaha, mulai dari menyusun rencana operasional, mengoordinasikan unit usaha, hingga mengambil keputusan strategis berbasis data lapangan,” lanjut Nyoman.
Nyoman menyampaikan posisi ini menjadi kunci dalam memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan efektif, adaptif, dan berkelanjutan. Di sisi teknis, Kepala Produksi bertanggung jawab merencanakan dan mengoptimalkan kegiatan produksi, memastikan efisiensi, serta mengelola sarana dan prasarana perikanan.
“Peran ini juga mencakup pengawasan proses pascaproduksi agar hasil perikanan tetap terjaga kualitas dan nilainya di pasar,” lanjut dia.
Sementara itu, kata Nyoman, Penjamin Mutu memastikan produk perikanan memenuhi standar kualitas melalui penerapan sistem jaminan mutu dari hulu ke hilir, pengawasan higiene dan sanitasi, serta pengendalian rantai dingin. Peran ini menjadi krusial dalam menjaga daya saing produk di pasar yang semakin menuntut kualitas tinggi.
Nyoman menambahkan Administrasi Keuangan berperan menjaga kesehatan usaha melalui pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, hingga mendukung akses pembiayaan. Transparansi dan akuntabilitas keuangan menjadi fondasi keberlanjutan usaha KNMP.
“Dengan waktu pendaftaran yang tersisa sangat terbatas, masyarakat yang memenuhi kualifikasi diimbau untuk segera memanfaatkan peluang ini,” sambung dia.
Nyoman mengatakan program KNMP menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi, modern, dan berdaya saing, sekaligus membuka ruang kontribusi nyata bagi generasi muda dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. Perekrutan ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang menegaskan program KNMP merupakan bagian dari transformasi sektor kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru.
“KNMP harus menjadi motor penggerak ekonomi di desa pesisir. Kita ingin memastikan pengelolaan perikanan dilakukan secara modern, terintegrasi, dan memberikan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, SDM yang direkrut harus unggul, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan di lapangan,” kata Trenggono.

1 day ago
12













































