REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan pemerintah mengisi penuh bendungan sebagai langkah strategis menghadapi dampak fenomena El Nino ekstrem atau Godzilla El Nino guna menjaga ketahanan pangan nasional.
Dody menjelaskan, langkah mitigasi terhadap dampak El Nino telah mulai dilakukan sejak beberapa waktu lalu melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi di berbagai wilayah yang memiliki bendungan utama.
“Kalau masalah mitigasi terhadap El Nino, itu sebenarnya sudah kami mulai. Kementerian PU sudah mulai,” kata Dody dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Menurutnya, seluruh bendungan diupayakan berada pada kondisi volume maksimal agar mampu menyuplai kebutuhan air irigasi meskipun curah hujan menurun drastis selama musim kemarau panjang di berbagai daerah. Sebagai contoh, Bendungan Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mampu mengairi lahan pertanian tanpa hujan hingga September atau Oktober 2026 jika kapasitas airnya berada dalam kondisi penuh sesuai batas maksimal yang telah ditentukan.
“Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Bendungan Gajah Mungkur. Saya ingin melihat seperti apa kondisinya dan di sana saya mendapat informasi bahwa saat ini semua bendungan sedang diupayakan dalam kondisi penuh,” ujarnya.
Namun demikian, Dody mengingatkan kapasitas bendungan memiliki batas waktu sehingga diperlukan langkah tambahan apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari periode yang dapat ditopang cadangan air tersebut.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan operasi modifikasi cuaca dengan menyasar wilayah hulu bendungan agar hujan buatan dapat menambah pasokan air ke waduk secara optimal.
Ia menegaskan operasi modifikasi cuaca tidak dilakukan langsung di bendungan untuk menghindari risiko yang dapat menimbulkan dampak lebih besar terhadap pengelolaan air.
“Operasi modifikasi cuaca dilakukan di hulu bendungan, sehingga air tetap mengalir ke waduk,” jelas Dody.
“Kami tidak melakukan operasi modifikasi cuaca di bendungan karena khawatir meleset. Jika meleset, dampaknya bisa lebih besar. Pengalaman kami, lebih baik dilakukan di hulu bendungan,” tambahnya.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiapkan pompa air berukuran kecil bekerja sama dengan Kementerian Pertanian guna memastikan pasokan air tetap tersedia bagi lahan pertanian yang mengalami kekeringan.
Penggunaan pompa tersebut akan dioptimalkan pada daerah yang mengalami penurunan debit air signifikan sehingga distribusi air ke sawah tetap berjalan meskipun sumber air terbatas.
Dody juga menemukan permasalahan berupa belum tersedianya jaringan irigasi yang memadai di sejumlah wilayah sehingga pemanfaatan pompa belum dapat berjalan maksimal.
Untuk itu, pihaknya mendorong pembangunan irigasi tersier sebagai solusi agar distribusi air lebih efektif dan efisien serta mampu menjangkau area pertanian secara optimal.
Terkait anggaran, Dody menyatakan belum dapat merinci kebutuhan dana secara pasti, namun memastikan program tersebut menjadi prioritas sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan pemerintah akan melakukan penyesuaian anggaran dari program yang kurang prioritas guna memastikan mitigasi El Nino berjalan optimal demi mencegah kegagalan target swasembada pangan.
“Jika itu gagal, maka swasembada pangan pada 2026–2027 juga bisa gagal,” kata Dody menegaskan.
sumber : Antara

19 hours ago
12













































