REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kegiatan donor darah masih sering diselimuti oleh berbagai stigma, kesalahpahaman, dan mitos yang diwariskan dari mulut ke mulut. Ketakutan akan jarum suntik mungkin menjadi alasan yang manusiawi, tetapi menolak menjadi pendonor hanya karena persepsi yang salah adalah sebuah kerugian besar bagi ekosistem kesehatan global.
Banyak orang yang sebenarnya memiliki tubuh sehat dan memenuhi syarat secara medis justru mengurungkan niat mereka untuk mendonor. Alasan utamanya adalah prasangka bahwa tindakan ini dapat merugikan kesehatan pribadi mereka atau anggapan bahwa kontribusi kecil mereka tidak akan membawa perubahan berarti.
Konsultan kedokteran transfusi dari PD Hinduja Hospital and Medical Research Centre, Mahim, India, dr Anand Deshpande, membedah sekaligus mematahkan enam mitos yang paling sering membuat masyarakat ragu untuk mendonorkan darahnya:
1. Satu kantong darah tidak akan membawa perubahan besar
Sering kali kita merasa bahwa kontribusi individu yang kecil akan tenggelam dalam lautan kebutuhan yang sangat besar. Pemikiran seperti inilah yang menjadi tantangan berat bagi ketersediaan stok darah nasional di banyak negara.
Dokter Deshpande menegaskan, pandangan ini sama sekali tidak benar. Di negara dengan populasi besar, kebutuhan darah tahunan berkisar antara 12 hingga 13 juta unit. Ironisnya, angka tersebut masih sering mengalami defisit atau kekurangan setidaknya 100 ribu hingga 150 ribu unit setiap tahunnya.
"Jadi, seseorang tidak boleh mengatakan bahwa satu unit darah mereka tidak akan membuat perbedaan. Satu kantong itu sangat berarti," ujarnya dilansir laman Hindustan Times pada Kamis (18/6/2026).
Aspek medis dari pemrosesan darah modern membuat satu kali donor menjadi sangat bermakna. Setiap kali seseorang mendonorkan darah, cairan tersebut tidak langsung diberikan secara utuh kepada satu orang.
Darah akan dibagi menjadi tiga komponen utama yakni sel darah merah (eritrosit), plasma, dan keping darah (trombosit). Ketiga komponen ini nantinya akan didistribusikan kepada tiga pasien yang berbeda sesuai dengan kebutuhan medis mereka. Dengan kata lain, satu keputusan kecil di ruang donor memiliki kekuatan langsung untuk menyambung tiga nyawa sekaligus.
2. Hanya pemilik golongan darah langka yang benar-benar dibutuhkan
Kesalahpahaman lain yang sering berkembang adalah anggapan bahwa pusat donor darah hanya membutuhkan orang-orang dengan golongan darah langka seperti AB negatif atau rhesus negatif. Pemilik golongan darah pasaran seperti B positif atau O positif sering kali merasa bahwa stok mereka sudah melimpah sehingga kehadiran mereka tidak terlalu diperlukan.
Menurut dr Deshpande, jika suatu golongan darah sangat umum di masyarakat, maka secara otomatis jumlah pasien yang membutuhkan golongan darah tersebut juga akan sama banyaknya. "Jika Anda melihatnya, golongan darah yang umum seperti B positif dan O positif sangat sering dijumpai. Jika Anda memiliki lebih banyak pendonor jenis tersebut, secara alami Anda juga akan memiliki lebih banyak pasien dengan jenis yang sama," ujarnya. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap golongan darah yang umum justru berada pada tingkat tertinggi dan membutuhkan pasokan yang stabil setiap hari.
3. Seorang vegetarian atau orang bertubuh kurus tidak bisa mendonor
Ada anggapan keliru bahwa mereka yang tidak mengonsumsi daging atau memiliki postur tubuh yang cenderung ramping tidak memiliki kualitas darah yang baik untuk didonorkan. Parameter kelayakan seorang pendonor sebenarnya tidak ditentukan oleh preferensi diet apakah seseorang merupakan vegetarian atau non-vegetarian.
Standar yang digunakan di dunia medis didasarkan pada indikator klinis yang objektif. Dia menyebut siapa pun bisa menjadi pendonor asalkan memenuhi kriteria dasar keselamatan. Syarat utamanya adalah kadar hemoglobin (Hb) yang baik, berat badan yang mencukupi (minimal berada di atas 45 kilogram), serta tidak sedang menderita penyakit klinis mayor atau infeksi kronis. Jika indikator-indikator tersebut berada dalam batas normal, sistem metabolisme tubuh akan mampu memproduksi kembali sel darah dengan sangat baik, terlepas dari apa pun jenis makanan harian yang dikonsumsi.

12 hours ago
13
















































