Ditopang Sinergi Holding Ultra Mikro, Siti Julaeha Sukses Kembangkan Usaha Sambil Urus Rumah Tangga

16 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Sebuah rak warung sederhana menjadi saksi awal perjalanan usaha seorang ibu rumah tangga, Siti Julaeha di Lebak, Banten. Ia menjual kebutuhan sehari-hari sambil tetap bekerja, berharap ada tambahan penghasilan untuk membantu keluarga.

Seiring berjalannya waktu, berkat dukungan sinergi holding ultra mikro BRI Group, usahanya berkembang hingga mampu menjadi andalan bagi warga sekitar. Semua bermula dari langkah kecil pada 2017.

Siti berkisah, ia memulai usaha bersama PNM Mekaar dengan modal awal Rp 2 juta. Saat itu, ia masih bekerja sambil menjalankan warung kecil-kecilan sebagai tambahan penghasilan. Saat pandemi COVID-19, ia harus berhenti bekerja dan fokus melanjutkan usaha sembako.

Di tengah kondisi sulit, ia tidak menyerah, justru dari sinilah usahanya mulai berkembang. ‘’Dengan dukungan modal dan pendampingan usaha serta berbagai pelatihan dari PNM, warung saya semakin besar dan penghasilannya makin stabil,” kenangnya.

Dukungan BRI, ungkap dia, dirasakan begitu nyata dalam perjalanan usahanya. Salah satunya melalui skema angsuran ringan dan terjangkau. Maka, ia punya ruang untuk mengelola arus keuangan usahanya dengan lebih leluasa.

Dengan demikian, selain memenuhi kewajiban angsuran, ia juga tetap bisa memutar kembali modalnya serta menyisihkan sebagian hasil usaha bagi kebutuhan keluarga. Kestabilan usaha pun mulai terbentuk dan membuka peluang Siti terus berkembang.

Konsisten menjalankan usaha serta kemampuanSiti mengelola keuangan menjadi perhatian PNM Mekaar. Lalu, ia ditawari untuk menjadi BRILink Agen, peluang yang membawa usahanya menjadi lebih berkembang.

Menurut dia, awalnya sekadar tawaran tetapi ternyata itu peluang besar. Di lingkungan tempat tinggalnya, kebetulan belum ada BRILink Agen, sehingga kebutuhan masyarakat akan layanan transaksi sangat tinggi.

‘’Melihat peluang bisnis tersebut, saya makin mantap mengambil keputusan untuk menjadi BRILInk Agen,” ujar Siti. Keputusan ini menjadi awal baginya mengembangkan usahanya ke arah yang lebih luas.

Dengan proses yang relatif mudah serta pendampingan berkelanjutan dari PNM Mekaar, ia mulai menjalankan layanan BRILink Agen di samping usaha warung sembakonya. Alhasil, kedua usaha tersebut saling menguatkan.

Warung sembakonya tetap berjalan, layanan BRILink Agen juga semakin ramai dan menjadi andalan masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan.

Dari perjalanan usaha yang dijalani, Siti kini telah berhasil memiliki toko dan rumah yang terpisah. Pencapaian ini mencerminkan perkembangan usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara berkelanjutan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, melalui perusahaan anak BRI, PNM menghadirkan program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).

Program ini solusi pemberdayaan bagi perempuan prasejahtera yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal (unbankable) melalui penyediaan akses permodalan tanpa agunan serta pendampingan usaha secara berkelanjutan.

“Sinergi BRI Group melalui Holding Ultra Mikro (UMi) menjadi wujud komitmen memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu prasejahtera,” ucap Akhmad dalam keterangan yang dikutip Rabu (8/4/2026).

Tercatat, hingga Februari 2026, PNM melayani 22,9 juta nasabah perempuan ultra mikro yang tersebar di 60.250 desa di seluruh Indonesia. Lebih dari 1,4 juta nasabah PNM Mekaar juga berhasil naik kelas ke BRI dan Pegadaian untuk mengembangkan usaha, memperluas peluang, serta meningkatkan kapasitas usahanya.

Pada periode yang sama, seiring komitmen BRI untuk menciptakan sharing economy dan menggerakkan ekonomi lokal, lebih dari 420 ribu nasabah PNM Mekaar telah menjadi BRILink Agen yang dapat melayani kebutuhan transaksi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat peran dalam mendorong inklusi keuangan di tingkat komunitas.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |