Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
Kongo mengatasi wabah Ebola dengan strategi komprehensif seperti pelacakan kontak erat, kampanye vaksinasi, penerapan protokol pemakaman aman, dan pembangunan pusat perawatan darurat. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026). WHO mengungkapkan bahwa wabah Ebola yang menyebar cepat di Republik Demokratik Kongo telah menyebabkan 220 kematian suspek Ebola. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
Petugas kesehatan dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap bersiap untuk mengangkut jenazah korban Ebola untuk dimakamkan dengan aman di Rumah Sakit Sofepadi di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (23/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. (FOTO : EPA)
WHO mengatakan wabah tersebut tidak memenuhi kriteria darurat pandemi. Namun, WHO memperingatkan bahwa wabah itu berpotensi menjadi jauh lebih besar daripada yang saat ini terdeteksi dan dilaporkan. Risiko penyebarannya lokal dan regional, serta punya dampak signifikan. (FOTO : EPA)
Seorang petugas dengan mengenakan alat pelindung diri mendisinfeksi kios-kios pasar di di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (23/5/2026), sebagai bagian dari langkah-langkah penahanan untuk menghentikan penyebaran virus Ebola. Kongo mengatasi wabah Ebola dengan strategi komprehensif seperti pelacakan kontak erat, kampanye vaksinasi, penerapan protokol pemakaman aman, dan pembangunan pusat perawatan darurat. (FOTO : EPA)
Petugas kesehatan dengan mengenakan alat pelindung diri lengkap bersiap untuk mengangkut jenazah korban Ebola untuk dimakamkan dengan aman di Rumah Sakit Sofepadi di Bunia, provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, Sabtu (23/5/2026). WHO mengungkapkan bahwa wabah Ebola yang menyebar cepat di Republik Demokratik Kongo telah menyebabkan 220 kematian suspek Ebola. (FOTO : EPA)
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
Petugas kesehatan memandu warga mencuci tangan saat memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
Petugas kesehatan mencatat data saat memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. (FOTO : EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)
REPUBLIKA.CO.ID, KONGO -- Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap virus Ebola di Kanyaruchinya, Kivu Utara, Kongo, Rabu (27/5/2026).
Kongo mengatasi wabah Ebola dengan strategi komprehensif seperti pelacakan kontak erat, kampanye vaksinasi, penerapan protokol pemakaman aman, dan pembangunan pusat perawatan darurat. Upaya ini didukung penuh oleh lembaga internasional guna menekan penyebaran penyakit yang sering melanda wilayah Afrika Tengah tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola di Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Lembaga tersebut mengatakan wabah tersebut tidak memenuhi kriteria darurat pandemi.
Namun, WHO memperingatkan bahwa wabah itu berpotensi menjadi jauh lebih besar daripada yang saat ini terdeteksi dan dilaporkan. Risiko penyebarannya lokal dan regional, serta punya dampak signifikan.
WHO mengungkapkan bahwa wabah Ebola yang menyebar cepat di Republik Demokratik Kongo telah menyebabkan 220 kematian suspek Ebola.
sumber : EPA

7 hours ago
13















































