China Diduga Bangun Kapal Induk Drone Kapal Selam Pertama di Dunia

7 hours ago 13

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI — China diduga tengah membangun kapal induk khusus untuk mengoperasikan drone kapal selam berukuran sangat besar. Jika analisis citra satelit yang muncul pekan ini terkonfirmasi, kapal yang sedang dibangun di Shanghai tersebut dapat menjadi mothership pertama di dunia yang secara khusus dirancang untuk membawa, meluncurkan, memulihkan, dan mendukung kapal selam tanpa awak.

Naval News dalam laporan Selasa, 15 September 2026, mengungkap keberadaan kapal tidak biasa yang tengah dibangun di galangan Hudong-Zhonghua, Shanghai. Media spesialis pertahanan laut itu menyatakan telah meninjau sejumlah citra satelit untuk menilai kemungkinan fungsi kapal tersebut.

Bentuk dan konfigurasi kapal dinilai berbeda dari kapal permukaan konvensional. Kapal tersebut sekilas menyerupai kapal pendaratan amfibi, tetapi struktur bagian buritannya menunjukkan desain yang diduga dibuat untuk menangani kendaraan bawah air tanpa awak berukuran sangat besar atau extra-extra large uncrewed underwater vehicle (XXLUUV).

Hingga kini, pemerintah China maupun Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLAN) belum mengumumkan nama, klasifikasi, ataupun fungsi kapal tersebut. Karena itu, identifikasi sebagai kapal induk drone kapal selam masih merupakan analisis sumber terbuka berdasarkan citra satelit dan konfigurasi teknis yang terlihat.

Naval News menilai penjelasan paling masuk akal atas desain kapal tersebut adalah perannya sebagai mothership untuk kapal selam tanpa awak. Kehadirannya sekaligus dapat menjadi bagian terbaru dari pengembangan kendaraan bawah air otonom China yang selama beberapa tahun terakhir berlangsung relatif tertutup.

Bagian paling mencolok berada di buritan. Kapal memiliki semacam well-deck besar, tetapi tidak disusun seperti well-deck kapal amfibi yang biasanya digunakan untuk mengoperasikan kapal pendarat.

Di bawah bagian tersebut terdapat dudukan atau cradle berukuran besar yang diperkirakan dapat diturunkan langsung ke air. Naval News mengidentifikasi 12 lengan vertikal jenis jack-up yang diduga berfungsi menaikkan dan menurunkan dudukan itu.

Mekanisme tersebut memungkinkan kendaraan bawah air berukuran sangat besar ditempatkan di atas cradle sebelum diturunkan perlahan ke laut. Sebaliknya, kendaraan dapat ditarik kembali ke dudukan setelah menyelesaikan misi.

Di depan well-deck terdapat hanggar internal berukuran besar. Berdasarkan dimensi ruang tersebut dan ukuran XXLUUV China yang telah diamati sebelumnya, Naval News memperkirakan kapal bisa membawa sekitar empat kendaraan bawah air berukuran sangat besar atau jumlah yang lebih banyak jika membawa drone yang lebih kecil.

Defence Security Asia pada Rabu, 16 September 2026, memperkirakan kapal misterius itu memiliki panjang sekitar 205 meter dan lebar sekitar 27 meter. Namun, ukuran tersebut berasal dari analisis sumber terbuka dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Beijing.

Dari Uji Coba Menuju Operasi

Kemunculan kapal pendukung khusus menjadi penting karena China sebelumnya telah diketahui menguji sedikitnya dua kendaraan bawah air tanpa awak dengan ukuran menyerupai kapal selam. Dua kendaraan itu diperkirakan memiliki panjang sekitar 35 meter dan 45 meter serta telah terlihat menjalani pengujian di sekitar Hainan.

Naval News sebelumnya melaporkan dua kapal selam tanpa awak berukuran lebih dari 40 meter menjalani pengujian di Laut China Selatan. Kendaraan tersebut ditempatkan di kawasan sekitar Hainan dan menggunakan infrastruktur khusus selama proses pengujian.

Selama tahap pengembangan, sistem semacam itu dapat diluncurkan dari fasilitas pantai atau dok terapung. Metode tersebut mencukupi untuk pengujian, tetapi membatasi fleksibilitas jika kendaraan nantinya harus beroperasi ribuan kilometer dari pangkalan.

Kehadiran mothership dapat mengubah situasi tersebut. Kapal induk bergerak memungkinkan XXLUUV dibawa lebih dekat ke daerah operasi sebelum dilepaskan untuk melaksanakan misi secara mandiri.

Kapal itu juga dapat menyediakan tempat pemeliharaan, pemeriksaan sistem, dukungan teknis, serta kemungkinan pengisian ulang energi atau persiapan muatan misi. Dengan demikian, kendaraan bawah air tidak perlu selalu kembali ke fasilitas yang berada di pesisir China.

Military Watch Magazine juga menilai kemunculan kapal pendukung khusus dapat menjadi indikasi program XXLUUV China bergerak melampaui fase pengujian eksperimental menuju pembentukan sistem yang lebih siap digunakan. Namun status operasional sebenarnya belum diketahui.

Jika fungsi tersebut terkonfirmasi, kapal dapat menjalankan dua tugas sekaligus. Pertama, menjadi tender bergerak untuk mengangkut serta memelihara kendaraan bawah air tanpa awak.

Kedua, kapal dapat berfungsi sebagai platform peluncuran dan pemulihan. Fungsi terakhir memungkinkan XXLUUV memulai misi jauh dari pantai China dan mengurangi kebutuhan kendaraan menempuh perjalanan panjang sebelum mencapai kawasan patroli.

Ukuran drone bawah air China juga menarik perhatian karena jauh melampaui kebanyakan UUV yang saat ini diketahui publik. Namun, perbandingan dengan sistem Amerika Serikat perlu dilakukan secara hati-hati.

Boeing menyebut Orca XLUUV milik Angkatan Laut AS memiliki panjang dasar sekitar 15,5 meter, ditambah modul muatan sepanjang 10,4 meter. Orca memiliki jangkauan hingga sekitar 6.500 mil laut dan dirancang untuk menjalani misi berbulan-bulan dengan tingkat otonomi tinggi.

Karena itu, klaim bahwa XXLUUV China enam hingga delapan kali lebih besar daripada Orca merujuk pada perkiraan volume atau massa, bukan semata-mata panjang kendaraan. Secara panjang, kendaraan China yang diperkirakan berukuran 35 hingga 45 meter sekitar 1,3 hingga 1,7 kali panjang konfigurasi penuh Orca.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |