REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Personel gabungan bahu-membahu membersihkan eceng gondok yang menghampar di perairan Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Alat berat dikerahkan untuk membersihkan eceng gondok hingga beberapa hari ke depan.
Pembersishan melibatkan PLN Indonesia Power UBP Saguling, TNI, Muspika Kecamatan Cililin, Danramil, dan relawan. Puskesmas, Jabar Bergerak, Wanareksa, Komunitas Ambulan, serta perwakilan Dinas Kesehatan juga disiagakan di lokasi pembersihan.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling Doni Bakar menyatakan, pembersihan eceng gondok dilakukan mulai pukul 08.00 WIB sampai Sabtu, 13 Juni 2026 menggunakan eskavator.
‘’Proses pembersihan melibatkan berbagai stakeholder dan unsur relawan, sehingga kegiatan berjalan lebih efektif, terarah, dan menjangkau area yang terdampak," kata Doni saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).
Pembersihan dilakukan sebagai bagian dari komitmen PLN dalam mendukung kelestarian lingkungan serta menjaga kenyamanan masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit listrik. Apalagi pihaknya menerima laporan dari masyarakata terkait adanya pertumbuhan nyamuk yang disebabkan merajalelanya eceng gondok di perairan Waduk Saguling.
Menurut Doni, kegiatan dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas laporan warga terkait penyebaran nyamuk yang mulai meresahkan masyarakat sekitar.
‘’Keberadaan eceng gondok yang menumpuk dapat menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya nyamuk, sehingga diperlukan langkah cepat dan kolaboratif untuk melakukan penanganan di lapangan," ujar Doni.
Selain itu, penumpukan eceng gondok di Waduk Saguling berpotensi mengganggu produksi listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang diketahui merupakan pembangkit energi terbarukan yang berfungsi untuk mendukung beban puncak di sistem Jawa-Bali dan berfungsi sebagai pengatur frekuensi sistem dengan menerapkan load frequency control (LFC).
"Melalui kolaborasi ini, PLN Indonesia Power UBP Saguling bersama takeholder berupaya menghadirkan solusi nyata atas keluhan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pembersihan, sinergi ini juga menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan lingkungan, kenyamanan warga, serta keberlanjutan ekosistem," kata dia.
PLN Indonesia Power UBP Saguling menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat terus terjalin sebagai langkah bersama dalam menjaga lingkungan, mencegah potensi gangguan kesehatan masyarakat, serta memperkuat hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan warga sekitar.
Doni mengatakan, dengan adanya pembersihan eceng gondok ini, diharapkan kondisi lingkungan di Desa Karang Tanjung menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
‘’PLN Indonesia Power UBP Saguling akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui program dan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta warga sekitar wilayah operasional pembangkit," ujarnya.
Sebelumnya, Awang Widiati (58), warga Cililin mengatakan, keberadaan eceng gondok yang menutup perairan Waduk Saguling menganggu aktivitas warga. Seperti bertani dan mencari ikan.
"Iya biasanya ada yang bertani sama ada kolam-kolam ikan, tapi sekarang jadi tidak berjalan lagi gara-gara eceng gondok. Sekarang perahu aja susah lewatnya, enggak bisa," ujar dia.
Selain itu, kata dia, semakin banyaknya eceng gondok berdampak terhadap pertumbuhan nyamuk yang merangsek ke pemukiman warga. Biasanya gerombolan nyamuk mulai 'meneror' warga ketika matahari mulai terbenam dan mulai hilang lagi pagi hari.
"Sekarang banyak nyamuk setelah makin banyak eceng gondok, padahal sebelumnya enggak. Biasanya mulai banyak itu jam 4 sore dan ilang lagi pagi," kata Awang.

10 hours ago
11
















































