Audisi Gita Bahana Nusantara DIY 2026 Dibuka, Empat Talenta Terbaik Wakili DIY di Istana Merdeka

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kesempatan bagi generasi muda Daerah Istimewa Yogyakarta untuk tampil di panggung kenegaraan resmi dibuka. Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY mulai membuka Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) DIY 2026 guna menjaring penyanyi terbaik yang nantinya akan mewakili DIY dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta.

Empat peserta terbaik masing-masing akan dipilih dari kategori suara sopran, alto, tenor, dan bass. Mereka akan bergabung dengan perwakilan provinsi lain dalam tim nasional Gita Bahana Nusantara yang bertugas mengisi upacara kenegaraan pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan program GBN menjadi bagian dari pembinaan generasi muda melalui seni musik sekaligus proses seleksi wakil DIY di tingkat nasional. Menurutnya, GBN tidak hanya menjadi ajang pengembangan kemampuan vokal, tetapi juga sarana memperkuat karakter kebangsaan dan semangat persatuan di kalangan generasi muda.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda melalui seni musik sekaligus proses seleksi wakil Daerah Istimewa Yogyakarta untuk bergabung dalam tim nasional Gita Bahana Nusantara yang akan tampil pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta," kata Dian, Jumat (29/5/2026).

GBN sendiri merupakan wadah pembinaan karakter bangsa melalui ekspresi seni musik dan pertunjukan budaya yang melibatkan generasi muda berbakat dari seluruh Indonesia. Selain menjadi ruang pengembangan kemampuan musikal, program ini juga menjadi sarana memperkuat nasionalisme, kebersamaan, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika di kalangan generasi muda.

Terkait seleksi di DIY, Kepala Seksi Seni Pertunjukan Dinas Kebudayaan DIY Zita Uttungga Dewi Maharani menjelaskan peserta akan menjalani sejumlah tahapan penilaian sebelum ditentukan wakil terbaik dari masing-masing kategori suara.

"Dalam audisi ini, peserta akan membawakan salah satu lagu wajib yang telah ditentukan panitia, menjalani tes pembacaan notasi musik, serta pengujian wilayah suara," katanya saat Sosialisasi Audisi Paduan Suara Gita Bahana Nusantara 2026 di Yogyakarta.

"Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari unsur pusat dan daerah dengan aspek penilaian meliputi kualitas materi suara, teknik vokal, interpretasi, kepatuhan terhadap partitur, serta kemampuan membaca notasi musik," ujarnya.

Audisi terbuka bagi warga DIY berusia 16–23 tahun, belum menikah, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan vokal sesuai kategori suara sopran, alto, tenor, maupun bass. Pendaftaran dibuka mulai 29 Mei hingga 6 Juli 2026. Selanjutnya peserta akan mengikuti pengambilan nada dasar pada 9 Juli dan audisi utama pada 10 Juli 2026 di Ruang Bima, Kantor Dinas Kebudayaan DIY.

"Peserta juga diharapkan mampu membaca notasi atau prima vista sebagai bagian dari materi seleksi," ucapnya.

Zita tak menepis, antusiasme peserta sebenarnya selalu tinggi setiap tahun. Namun, syarat wajib memiliki KTP DIY kerap membuat sebagian anak muda minder untuk ikut bersaing. Menurutnya, kualitas seleksi di DIY kerap menjadi acuan bagi daerah lain karena materi audisinya lebih kompleks seperti diminta mampu bernyanyi, tetapi juga harus menguasai prima vista, solfeggio, kemampuan membaca notasi musik, hingga ritmis.

"Kalau di provinsi lain mungkin yang diujikan terbatas, tetapi di DIY lebih kompleks. Jadi memang perlu sosialisasi supaya peserta tidak kaget," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, salah satu dewan juri audisi, Pancasona Adji, mengingatkan bahwa keberhasilan peserta tidak hanya ditentukan oleh kualitas vokal, tetapi juga kesiapan mental saat berada di hadapan juri. Menurutnya, banyak peserta sebenarnya memiliki kemampuan yang baik, namun gagal menampilkannya secara maksimal karena rasa gugup.

Sebelum memasuki sesi bernyanyi, peserta juga harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari membaca notasi, menguji ritme, hingga kemampuan solfeggio. Karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci agar seluruh potensi yang dimiliki dapat terlihat saat audisi berlangsung.

"Mayoritas sudah menyiapkan, tapi setelah maju jadi grogi, akhirnya tidak bisa menunjukkan kemampuan. Untuk itu kesiapan harus benar-benar 100 persen agar kapasitas dan bakat bisa keluar sepenuhnya," katanya.

Axel, siswa SMA Negeri 8 Yogyakarta, tahun ini untuk pertama kalinya mengikuti seleksi GBN. Keikutsertaannya didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pengalaman baru di dunia paduan suara yang lebih profesional. Selama ini, ia belum banyak terlibat dalam kegiatan paduan suara berskala besar, sehingga audisi GBN menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

"Saya belum pernah berkecimpung di paduan suara yang lebih serius. Jadi saya ingin mencoba di taraf yang lebih tinggi," katanya.

Meski tidak bersekolah di institusi yang berfokus pada seni musik, Axel mengaku kecintaannya terhadap dunia tarik suara sudah tumbuh sejak kecil. Untuk menjaga kualitas vokalnya, ia rutin melakukan pemanasan dan meningkatkan intensitas latihan menjelang perlombaan atau penampilan tertentu.

"Persiapannya paling pemanasan setiap hari dan latihan intensif kalau ada lomba," ujarnya.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |