Antrean Gerobak Sampah Mengular di TPS Rawajati Akibat Pembatasan Kuota ke Bantar Gebang

10 hours ago 11

Petugas sampah tertidur saat menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Petugas sampah menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Petugas memilah sampah saat bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Deretan antrean gerobak sampah saat menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Petugas sampah menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Petugas sampah menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Petugas sampah menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Deretan antrean gerobak sampah saat menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Petugas sampah menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

Petugas sampah saat bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari. Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan. (FOTO : Republika/Thoudy Badai)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Petugas sampah menunggu antrean bongkar muat sampah di TPS Rawajati, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut petugas sampah, antrean ratusan gerobak sampah terjadi lantaran aktivitas bongkar muat sampah terkendala jumlah pembatasan kuota pembuangan ke TPA Bantar Gebang, dari semula 18 truk sampah per hari untuk wilayah Pancoran menjadi 11 truk perhari. Sementara berdasarkan data DPRD DKI Jakarta, volume sampah yang dihasilkan di DKI Jakarta mencapai 9.000 ton per hari.

Hal tersebut menjadi tantangan serius bagi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, sehingga mampu menjadikan kota Jakarta bersih, sehat dan berkelanjutan.

sumber : Republika

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |