Amukan Iran Berlanjut, 14 Pangkalan Militer AS di Tujuh Negara Jadi Sasaran

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Republika Islam Iran tak main-main dengan janjinya menyerang semua pangkalan militer AS di kawasan jika mereka diserang lebih dulu. media Iran melaporkan, sejauh ini sudah 14 pangkalan militer AS di seantero Asia Barat dihajar rudal-rudal Iran.

Kantor Berita Tasnim melaporkan, sumber di militer Iran menyatakan belasan pangkalan militer itu sudah disasar Iran.  Behnam Saeedi, Sekretaris Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri di Dewan Syura Iran, juga mengkonfirmasi hari ini bahwa Angkatan Bersenjata Iran telah menargetkan tujuh pangkalan militer AS di tujuh negara. 

Saeedi menambahkan bahwa tanggapan Republik Islam terhadap agresi tersebut bersifat langsung dan apa yang telah dilakukan sejauh ini barulah semacam latihan, bukan tanggapan yang tegas. Iran sebelumnya telah bersumpah bahwa pangkalan militer Washington di wilayah tersebut akan diserang jika Republik Islam menjadi sasarannya.

AS memiliki delapan pangkalan militer permanen di Asia Barat, yang terletak di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Selain itu, mereka memiliki akses ke sekitar belasan fasilitas militer lainnya di kawasan ini, termasuk lokasi di Mesir, Irak, Yordania, Oman, Arab Saudi, dan Suriah. 

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa rudal dan drone menargetkan markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, bersama dengan instalasi militer AS lainnya di wilayah tersebut.

Di kawasan Teluk, pangkalan Amerika di Arab Saudi, Kuwait, UEA, dan Qatar semuanya diserang. Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan bahwa Pangkalan Udara Ali al-Salem diserang ketika beberapa rudal balistik Iran diluncurkan sebagai pembalasan atas agresi pimpinan AS terhadap Iran.

Sementara itu, ledakan terdengar di seluruh Teluk, kecuali Oman, serta di Irak, Suriah, dan Yordania. Kekhawatiran terus-menerus terdengar di seluruh Israel ketika gelombang rudal balistik yang tak henti-hentinya menghujani pendudukan. 

Aljazirah melaporkan, sebuah drone menargetkan Bandara Internasional Kuwait, mengakibatkan “cedera ringan” pada sejumlah karyawan. Terjadi juga “kerusakan material terbatas” pada gedung penumpang, menurut Otoritas Umum Penerbangan Sipil di Kuwait.

Juru bicara resminya, Abdullah al-Rajhi, menyatakan bahwa pihak berwenang segera memulai “prosedur darurat yang disetujui, dimana insiden tersebut ditangani, dan lokasi diamankan”.

DI Doha, Qatar, sepanjang hari ledakan demi ledakan terus terjadi dengan frekuensi yang semakin meningkat.

Aljazirah melaporkan, gelombang awal serangan ditandai sekitar tiga atau empat ledakan sekaligus, intersepsi terjadi di langit Doha. Rudal-rudal Iran agaknya menjadi sasaran sistem pertahanan Patriot dan THAAD yang disumbangkan AS. Pada jam-jam berikutnya, jumlahnya meningkat dari tiga atau empat menjadi sekitar enam atau tujuh ledakan.

Leddakan keras juga terdengar di Dubai, UEA. Pihak berwenang di Dubai telah mengonfirmasi bahwa sebuah insiden terjadi di sebuah gedung di kawasan Palm Jumeirah yang mengakibatkan korban luka.

"Tim tanggap darurat segera dikerahkan dan lokasi tersebut telah diamankan. Pertahanan Sipil Dubai telah mengonfirmasi bahwa kebakaran yang diakibatkannya kini dapat dikendalikan," kata Kantor Media Dubai dalam sebuah pernyataan.

Menurut kantor media, empat orang terluka dan dipindahkan ke fasilitas medis untuk perawatan. “Pihak berwenang terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Asap juga mengepul menyusul serangan drone Iran di bandara Erbil di Erbil, Irak. Beberapa drone ditembak jatuh di Erbil hari ini setelah Iran dilaporkan melancarkan serangan udara balasan yang menargetkan posisi militer AS di wilayah tersebut, termasuk area dekat konsulat Amerika dan Bandara Internasional Erbil. 

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |