REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) berkolaborasi dengan platform Muslim Pro menghadirkan inisiatif Amanah Pro sebagai wadah bagi masyarakat yang tengah mempersiapkan ibadah haji dan Umroh. Amanah Pro dihadirkan untuk menjembatani tingginya keinginan masyarakat menjalankan rukun Islam kelima, yakni berhaji, yang masih terkendala keterbatasan tabungan.
Inisiatif tersebut berangkat dari survei terbaru yang dilakukan oleh Muslim Pro. Survei tersebut menemukan adanya kesenjangan antara keinginan dan kesiapan dalam mewujudkan ibadah haji. Survei yang dilakukan terhadap 585 responden itu menggambarkan tingginya keinginan masyarakat untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah, namun belum dibarengi dengan kesiapan finansial.
Tercatat, 81 persen responden memiliki keinginan tinggi untuk berhaji dan menginginkan adanya platform yang membantu mereka mempersiapkan ibadah haji dan Umroh. Di sisi lain, 65 persen responden mengaku jarang atau bahkan tidak pernah menabung secara rutin untuk kebutuhan haji maupun Umroh, meskipun haji tetap menjadi salah satu tujuan hidup yang penting bagi mereka.
Adapun 83 persen responden menyatakan pendapatan yang tidak stabil menjadi alasan utama sulitnya menabung untuk keperluan haji dan Umroh.
“Hasil survei ini menunjukkan bahwa keinginan masyarakat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sudah sangat kuat. Namun, masih banyak yang menghadapi tantangan untuk memulai langkah pertama dan menjaga konsistensi dalam mempersiapkan dana haji,” ujar Direktur Perbankan Syariah Maybank Indonesia Romy H. Buchari dalam Media Gathering Amanah Pro di Jakarta Pusat, Senin (8/6/2026).
Romy menuturkan, platform perencanaan haji dan Umroh berbasis syariah yang dikembangkan Muslim Pro bersama Maybank Syariah bertujuan membantu pengguna menetapkan target perjalanan ibadah, membangun kebiasaan menabung secara terencana, serta memantau progres melalui pengalaman digital yang terintegrasi.
“Melalui kolaborasi ini, peran Maybank Indonesia adalah memastikan setiap langkah menuju Baitullah didukung oleh fondasi keuangan syariah yang kuat, aman, dan tepercaya. Dana yang ditabung melalui Amanah Pro ditempatkan pada rekening syariah yang diatur dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sehingga nasabah dapat membangun kebiasaan menabung dengan lebih tenang dan percaya diri,” jelasnya.
Group Managing Director Muslim Pro Nafees Khundker menuturkan, hasil survei menunjukkan tantangan yang dihadapi masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan finansial, melainkan lebih kepada pengelolaan keuangan.
“Rencana berhaji sering kali tertunda karena berbagai tuntutan kehidupan. Ada kebutuhan keluarga yang harus diprioritaskan, komitmen keuangan yang terus berjalan, hingga tantangan yang datang tanpa diduga. Melalui #YukHaji, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak terus menunggu waktu yang dianggap sempurna, melainkan mulai mengambil langkah kecil yang realistis sejak hari ini,” tutur Nafees.
Diketahui, platform Amanah Pro diluncurkan pada Mei 2026. Kolaborasi Maybank Indonesia dan Muslim Pro tersebut menggabungkan infrastruktur perbankan syariah Maybank yang telah diatur dan diawasi regulator dengan ekosistem digital Muslim Pro.
Diharapkan, inisiatif tersebut menghadirkan pengalaman yang terintegrasi dalam mendukung kesiapan finansial sekaligus aspirasi spiritual pengguna.
Nafees menerangkan, menyadari bahwa banyak calon jamaah haji menunda rencana berhaji karena merasa harus memiliki dana besar sejak awal, Amanah Pro dirancang untuk membuat langkah pertama menjadi lebih mudah dijangkau.
Melalui inisiatif tersebut, Muslim Pro dan Maybank Indonesia berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengambil langkah pertama menuju Baitullah melalui perencanaan yang terstruktur, realistis, dan berkelanjutan.

21 hours ago
14
















































