Sebanyak 57 UMKM Mustahik di Tangsel Didorong Go Digital lewat Program Hibah BIMA

2 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Sebanyak 57 pelaku usaha mikro dari kalangan mustahik di Tangerang Selatan mendapat pendampingan pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi digital melalui Program Hibah BIMA Pengabdian kepada Masyarakat (PMP) Tahun 2026.

Program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Universitas Bhakti Asih Tangerang (UNIBANG), dan LAZ Al-Aqsha Delatinos.

Pendampingan berlangsung pada Mei hingga September 2026 dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan, literasi hukum, tata kelola bisnis, serta penerapan Sistem Informasi Manajemen Usaha Mikro (SIM-UMi).

Selain mengikuti pelatihan, para peserta mendapat pendampingan lapangan, coaching usaha, serta dukungan teknologi untuk membantu pencatatan dan pengelolaan transaksi bisnis.

Ketua Pelaksana Program, Dr Abdul Haris, mengatakan pengabdian kepada masyarakat tidak seharusnya berhenti pada pelatihan, tetapi perlu menghasilkan perubahan dalam cara pelaku usaha mengelola bisnis.

"Melalui sinergi ini, perguruan tinggi hadir sebagai mitra strategis masyarakat. Inovasi sederhana seperti aplikasi kasir mampu membantu pelaku usaha mikro mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Abdul Haris.

Dalam program ini, Kemdiktisaintek memberikan dukungan melalui skema Hibah BIMA, sedangkan UNIBANG berperan dalam pengembangan inovasi, riset terapan, dan pendampingan kepada pelaku usaha.

Sementara itu, LAZ Al-Aqsha Delatinos menjadi mitra yang menghubungkan program dengan pelaku usaha penerima manfaat melalui ekosistem zakat produktif.

Sebagai bagian dari penerapan teknologi, UNIBANG juga menyerahkan bantuan perangkat kepada LAZ Al-Aqsha Delatinos untuk digunakan dalam Program Madrasah Bisnis Al-Aqsha (MBA).

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua LPPM Universitas Bhakti Asih Tangerang, Ahmad Nur Taufiqurrahman, kepada Direktur LAZ Al-Aqsha Delatinos, Ir Windra Permana.

Perangkat yang diserahkan berupa printer thermal Bluetooth serta aplikasi kasir berbasis Android SIM-UMi.

Teknologi tersebut digunakan oleh 57 pelaku usaha mikro binaan LAZ Al-Aqsha Delatinos untuk mencatat transaksi, mengelola arus kas, memantau stok barang, dan mencetak struk penjualan secara digital.

Windra Permana mengatakan penggunaan teknologi sederhana diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih tertib dan profesional.

"Kolaborasi ini merupakan investasi sosial jangka panjang. Teknologi yang sederhana namun tepat guna akan meningkatkan profesionalisme UMKM mustahik dan memperkuat keberlanjutan program zakat produktif," kata Windra.

SIM-UMi dikembangkan sebagai sistem pembukuan digital sederhana bagi pelaku usaha mikro. Sistem tersebut terintegrasi dengan aplikasi kasir berbasis Android dan printer thermal sehingga transaksi penjualan dapat terdokumentasi secara digital.

Dalam proses pendampingan, peserta juga dilatih menyusun pembukuan harian, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, mengelola persediaan barang, serta membuat laporan kas sederhana.

Berdasarkan hasil evaluasi program, para pelaku usaha mulai beralih dari pencatatan manual menuju administrasi digital yang lebih tertib.

Pencatatan transaksi secara digital juga diharapkan memudahkan pelaku usaha dalam memantau kondisi keuangan sekaligus membantu proses pendampingan dan evaluasi oleh pengurus LAZ.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 tentang Tanpa Kemiskinan (No Poverty), melalui penguatan kapasitas ekonomi masyarakat berbasis zakat produktif.

Melalui kolaborasi ini, UNIBANG mendorong perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi yang dapat diterapkan langsung untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |