REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menghasilkan produk berkualitas adalah bagian dari perjalanan membangun usaha. Tantangan berikutnya, memperkenalkan merek dan produknya, mengakses pasar dan menjangkau konsumen lebih luas.
Menjawab tantangan itu, melalui program PAS Sky Shop, PT Pertamina (Persero) dan PT Pelita Air Service (Pelita Air) berkolaborasi menghadirkan program layanan pengalaman belanja di atas pesawat.
Langkah ini memberikan ruang bagi UMKM binaan memperkenalkan dan memasarkan produk-produk unggulannya kepada ribuan penumpang Pelita Air di ketinggian lebih dari 35 ribu kaki.
Melalui PAS Sky Shop, masyarakat kini bisa menemukan dan membeli beragam produk lokal pilihan, hasil karya UMKM yang telah dikurasi saat terbang bersama Pelita Air.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Mereka pilar utama dalam pembangunan ekonomi kerakyatan dan telah terbukti mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen membina dan memberdayakan UMKM sebagai salah satu implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan,’’ ujar Arya usai menandatangani MoU antara PT Pertamina (Persero) dan PT Pelita Air Service, di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (23/7/2026).
Menurut dia, Pertamina juga mendukung pencapaian Asta Cita Presiden, khusus nya poin ke-3 terkait Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan.
Arya menambahkan, kolaborasi Pertamina Grup merupakan bentuk komitmen untuk memberikan ekosistem yang dapat mendukung UMKM terlibat dalam proses bisnis korporasi.
Dengan demikian, mendukung tercapainya program pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas dengan mendorong pertumbuhan industri kreatif dan melanjutkan pembangunan infrastruktur.
“Pertamina berharap bisa membantu para pengusaha lokal semakin berdaya saing dan tumbuh berkembang secara berkelanjutan menjadi enterpreneur yang tangguh, mandiri dan kreatif,”tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Pelita Air Service, Faik Fahmi menyatakan, inisiatif ini lahir atas kecintaan yang nyata terhadap produk asli Indonesia.
Menurutnya, sinergi Pelita Air dan Pertamina dalam menghubungkan pembinaan UMKM dengan akses pasar, membuat pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi nasional.
Kecintaan kepada Indonesia, jelas dia, harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan. Ia meyakini Pelita Air adalah saluran pemasaran yang tepat bagi UMKM binaan Pertamina untuk dapat dikenal lebih jauh oleh masyarakat.
‘’Kami percaya, ketika layanan penerbangan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang bagi UMKM terus berkembang, disitulah konektivitas tak sekadar menghubungkan wilayah, juga menggerakkan roda perekonomian negeri," jelas Faik.
Salah satu UMKM yang bergabung dalam PAS Sky Shop adalah Bali Ayu Nature, produsen produk perawatan tubuh asal Bali. Founder Bali Ayu Nature, Komang Yatik, mengaku bangga karena produknya kini dapat dipasarkan kepada penumpang Pelita Air.
"Saya sangat bangga mendapat kesempatan ikut dalam program ini. Produk kami sekarang bisa terbang lebih tinggi bersama Pelita Air. Semoga ke depan tidak hanya dikenal di dalam negeri, juga hingga pasar internasional," ungkapnya.
Komang menambahkan, sejak menjadi UMKM binaan Pertamina, usahanya memperoleh berbagai pendampingan. Mulai dari pelatihan, promosi, pameran hingga business matching yang mempertemukannya langsung dengan calon pembeli.
"Perkembangan usaha kami sangat terasa. Selain bisnis semakin maju, kami bisa membuka lapangan pekerjaan. Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja kami ibu rumah tangga sehingga program ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar," katanya.
Pelaku UMKM lainnya, Rosilawati, pendiri Uwaisgen asal Klungkung, Bali, juga merasakan manfaat serupa. Melalui PAS Sky Shop, produk tas berbahan kain tenun tradisional Bali buatannya kini tersedia di dalam penerbangan Pelita Air.
"Bangga sekali karena karya kami bisa diapresiasi dan dibawa terbang ke berbagai daerah. Program ini juga berdampak pada para pengrajin tenun tradisional yang sebagian besar adalah perempuan, sekaligus membuka lapangan kerja baru," ujarnya.
Sementara itu, founder Adabina Scarves, Heni Danasworo, menghadirkan koleksi hijab dan mukena eksklusif yang hanya bisa diperoleh dalam penerbangan Pelita Air. Produk ini dirancang khusus mengusung tema Nusantara melalui motif batik bernuansa lembut.
"Saya benar-benar tidak menyangka produk kami bisa lolos kurasi dan dijual di dalam pesawat. Kami mendesain khusus hanya untuk Pelita Air sehingga pelanggan tidak bisa mendapatkannya di toko online maupun offline kami,’’ ujarnya.
Semoga, harap dia, produk ini diterima dengan baik oleh para penumpang dan semakin meningkatkan penjualan UMKM lokal.

12 hours ago
7















































