Merek China Ini Klaim Mobil Listrik Lebih Hemat untuk Mobilitas Harian

8 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia turut mengubah cara konsumen dalam memilih kendaraan. Jika sebelumnya harga beli menjadi pertimbangan utama, kini banyak konsumen mulai memperhitungkan total biaya kepemilikan atau Total Cost of Ownership (TCO), termasuk biaya energi dan perawatan selama masa penggunaan.

Changan Indonesia menilai kendaraan listrik memiliki keunggulan dari sisi efisiensi operasional sehingga dapat menjadi alternatif mobilitas yang lebih ekonomis untuk penggunaan sehari-hari. Menurut perusahaan, biaya penggunaan kendaraan listrik cenderung lebih terkendali dibanding kendaraan berbahan bakar minyak, terutama di tengah fluktuasi harga BBM.

CEO Changan Indonesia Setiawan Surya mengatakan konsumen saat ini semakin memperhatikan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada harga pembelian kendaraan.

Ia menjelaskan kendaraan listrik menawarkan biaya operasional yang kompetitif, perawatan yang lebih sederhana, serta fleksibilitas penggunaan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat perkotaan.

“Banyak konsumen kini mempertimbangkan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh, bukan hanya harga beli. Karena itu, kami ingin memberikan gambaran mengenai efisiensi penggunaan kendaraan listrik dalam mobilitas sehari-hari. Dengan biaya operasional yang kompetitif serta dukungan layanan purnajual yang komprehensif, baik Changan Lumin maupun Deepal S07 dapat menjadi solusi mobilitas yang praktis dan ekonomis untuk jangka panjang,” ujar Setiawan dalam keterangan tertulis.

Changan mengungkapkan salah satu faktor yang mendukung efisiensi kendaraan listrik adalah biaya energi yang relatif rendah. Dengan mengacu pada tarif listrik rumah tangga non-subsidi sekitar Rp 1.700 per kWh, perusahaan memperkirakan biaya operasional Changan Lumin berada di kisaran Rp 158 per kilometer.

Mobil listrik mungil tersebut dibekali baterai berkapasitas 28,08 kWh dan diklaim mampu menempuh jarak hingga 301 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pengujian NEDC. Untuk pengisian penuh baterai di rumah, biaya yang dibutuhkan diperkirakan sekitar Rp 48 ribu.

Sementara itu, model Deepal S07 yang menggunakan baterai berkapasitas 79,97 kWh dan memiliki daya jelajah hingga 560 kilometer disebut memiliki biaya energi sekitar Rp 241 per kilometer. Adapun biaya pengisian penuh baterainya diperkirakan mencapai Rp 136 ribu jika dilakukan di rumah.

Selain efisiensi energi, kendaraan listrik juga dinilai memiliki biaya perawatan yang lebih rendah karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal yang terdiri atas banyak komponen bergerak. Struktur kendaraan yang lebih sederhana dinilai dapat mengurangi kebutuhan perawatan berkala dalam jangka panjang.

Keunggulan lain yang ditawarkan adalah fleksibilitas pengisian daya. Pengguna dapat melakukan pengisian di rumah maupun memanfaatkan jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang terus berkembang di berbagai daerah.

Changan juga membekali kedua model tersebut dengan fitur fast charging yang memungkinkan pengisian daya dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 35 menit. Fitur ini dinilai dapat membantu pengguna yang membutuhkan pengisian daya cepat saat beraktivitas.

Untuk mendukung kepemilikan kendaraan listrik, Changan turut menyediakan program purnajual berupa garansi baterai hingga delapan tahun dan garansi kendaraan hingga enam tahun, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Menurut perusahaan, kombinasi biaya operasional yang lebih rendah, potensi penghematan biaya perawatan, kemudahan pengisian daya, serta dukungan layanan purnajual menjadi faktor yang membuat kendaraan listrik semakin menarik bagi masyarakat yang mengutamakan efisiensi dalam mobilitas sehari-hari.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |