Menekraf: Perlindungan Kesehatan Jadi Kunci Keberlanjutan 27,4 Juta Pelaku Ekraf

17 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan perlindungan kesehatan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sektor ekonomi kreatif nasional. Menurut dia, menjaga kesehatan para pelaku ekonomi kreatif sama artinya dengan menjaga salah satu aset terbesar bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

"Ketika kita berbicara tentang perlindungan kesehatan bagi pekerja kreatif, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang perlindungan terhadap salah satu aset terbesar bangsa ini, yaitu 27,4 juta pelaku ekraf Indonesia," ujar Riefky saat peluncuran Layanan Ujung Negeri (LANURI) dan penutupan Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Senin (13/7/2026).

Riefky mengungkapkan jumlah pelaku ekonomi kreatif saat ini telah mencapai 27,4 juta orang atau melampaui target penyerapan tenaga kerja sektor ekonomi kreatif dalam RPJMN 2025 sebesar 25,5 juta orang. Para pelaku ekonomi kreatif itu tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga tersebar di desa, wilayah pesisir, pegunungan, hingga kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Banyak talenta kreatif di daerah yang memiliki potensi luar biasa, namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan perlindungan sosial dan kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran layanan digital BPJS Kesehatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan perlindungan sehingga tidak ada satu pun pelaku ekraf yang tertinggal," ujar dia.

Riefky menjelaskan pelaku ekonomi kreatif Indonesia didominasi generasi muda. Sekitar 63 persen merupakan Generasi Z dan milenial, sedangkan 58 persen di antaranya adalah perempuan yang berperan besar dalam penguatan ekonomi keluarga.

"Perlindungan kesehatan dan kesejahteraan bagi pelaku ekraf bukan semata-mata isu sosial, melainkan juga isu produktivitas, daya saing, dan keberlanjutan pembangunan ekonomi nasional," sambung Riefky.

Menurut Riefky, Indonesia tidak dapat membangun ekonomi kreatif yang kuat apabila para talenta kreatif masih menghadapi kerentanan terhadap risiko kesehatan dan belum memiliki akses perlindungan yang memadai. Ia menilai peluncuran LANURI menjadi bagian dari upaya memperluas kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku ekonomi kreatif mengenai pentingnya perlindungan kesehatan.

"Program tersebut juga diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan," lanjut Riefky.

Riefky menyebut perkembangan teknologi membuka ruang kolaborasi yang semakin besar antara ekonomi kreatif dan sektor kesehatan. Kementerian Ekonomi Kreatif, lanjut dia, mengidentifikasi sedikitnya empat subsektor yang berkontribusi langsung terhadap layanan kesehatan, yakni aplikasi, konten digital, film, dan musik.

"Kami berharap kolaborasi Kementerian Ekraf dengan BPJS Kesehatan dapat semakin banyak menciptakan konten-konten kreatif yang mengangkat tema kesehatan. Satu konten edukatif dapat menjangkau jutaan orang dan menjadi instrumen perubahan perilaku yang sangat efektif," ungkap Riefky.

Ia menambahkan karya-karya kreatif juga dapat menjadi media edukasi kesehatan yang efektif. Menurutnya, film maupun musik telah terbukti mampu membangun kesadaran publik mengenai berbagai isu kesehatan, termasuk kesehatan mental. Dengan demikian, ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terhadap kualitas hidup masyarakat.

Riefky mengatakan komitmen tersebut sejalan dengan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045 yang baru diterbitkan pemerintah. Dalam dokumen itu, pembangunan sumber daya manusia dan talenta kreatif menjadi prioritas utama pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

"Kami di Kementerian Ekraf berkomitmen membangun ekosistem yang memungkinkan para pelaku ekraf dapat berkarya dengan aman, nyaman, dan memiliki akses terhadap perlindungan sosial serta kesehatan," ungkapnya.

Riefky menegaskan investasi terbesar bagi masa depan ekonomi kreatif Indonesia bukan hanya pada teknologi atau infrastruktur, melainkan pada manusianya. Ia menilai perlindungan kesehatan bagi pelaku ekonomi kreatif harus menjadi perhatian bersama.

"Kami meyakini investasi terbaik bagi masa depan ekraf Indonesia adalah investasi pada manusianya. Dengan melindungi para pekerja ekraf hari ini, kita sedang menjaga keberlanjutan kreativitas Indonesia untuk masa depan menuju Indonesia Emas 2045," kata Riefky.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |