Databricks dan Insignia Perkuat Implementasi AI Siap Produksi di Indonesia

16 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Databricks, perusahaan data dan AI, bersama Insignia, perusahaan konsultan teknologi asal Indonesia, mengumumkan kemitraan strategis melalui Databricks Delivery Provider Programme (DPP). Kesepakatan tersebut menetapkan Insignia sebagai mitra implementasi tersertifikasi (certified delivery extension) sekaligus menjadi bagian penting dari perluasan tim Forward Deployment Engineering (FDE) Databricks di Indonesia.

Kesepakatan ini bersifat global dan memberikan fleksibilitas penuh bagi kedua belah pihak. Hal ini memungkinkan Insignia bekerja sama dengan perusahaan global yang beroperasi di Indonesia sekaligus mendukung perusahaan-perusahaan lokal Indonesia untuk merambah pasar global.

"Indonesia adalah salah satu pasar korporasi paling dinamis di kawasan ini, dan minat terhadap arsitektur lakehouse sangatlah nyata," ujar Partner Manager APJ, FDE Databricks, Joseph Bosco.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia telah menghabiskan beberapa tahun terakhir untuk bereksperimen dengan AI generatif. Pada 2026, fokus mereka bergeser. Jajaran direksi dan tim kepemimpinan kini menuntut hasil nyata yang siap diterapkan pada tahap produksi (production-grade) dari investasi AI tersebut. Namun, sebagian besar organisasi mulai menyadari bahwa keberhasilan strategi AI sangat bergantung pada fondasi data yang menopangnya.

Masalahnya, data sering kali masih terfragmentasi dalam lumbung-lumbung yang terpisah, baik di infrastruktur cloud lama maupun lingkungan hybrid. Akibatnya, model AI yang berkinerja baik pada tahap uji coba kerap gagal ketika diterapkan di lingkungan produksi. Ketika fondasi data bermasalah, proyek AI pun berisiko terhenti.

Managing Director Insignia Richard Ho mengatakan kemitraan ini bukan sekadar plakat pajangan di dinding kantor. Menurut dia, kemitraan tersebut berarti bank, perusahaan ritel, maupun BUMN di Indonesia kini dapat membenahi fondasi data mereka bersama tim lokal yang tersertifikasi dan didukung langsung oleh Databricks.

"Standarnya sama, jalur eskalasinya sama, serta seluruh prosesnya lebih jelas dan terukur. Bagi banyak jajaran direksi, hal ini mengubah cara mereka dalam mengkalkulasi risiko," katanya dalam siaran pers, Senin (13/7/2026).

Bagi sektor-sektor di Indonesia yang diatur oleh regulasi ketat, seperti perbankan, fintech, dan BUMN, kemitraan ini memadukan keahlian kepatuhan regulasi lokal milik Insignia dengan sistem tata kelola data Databricks. Hal ini memberikan rasa aman bagi organisasi untuk meningkatkan skala data dan AI agar selaras dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.

"Hampir setiap perusahaan yang kami temui menceritakan kisah yang sama. Demo AI mereka berjalan luar biasa, namun proyeknya mandek setelah itu," ujar Business Director Insignia Guta Saputra.

Kemitraan ini akan langsung memasuki fase operasional. Insignia tengah membentuk Unit Khusus Databricks Delivery, dan kedua perusahaan segera memulai lokakarya arsitektur bersama untuk menyelaraskan tim engineering dengan cetak biru terbaru Databricks terkait tata kelola terpadu dan penerapan lakehouse.

Melalui kolaborasi ini, Databricks akan memfasilitasi penyediaan platform, akses langsung ke dukungan teknis global (FDE), validasi standar implementasi secara berkala, serta metodologi arsitektur eksklusif. Di sisi lain, Insignia mendukung kerja sama ini dengan mengerahkan talenta engineering lokal yang tersertifikasi, lengkap dengan layanan profesional terpadu untuk merancang, memigrasikan, serta memelihara ekosistem sistem tersebut.

Read Entire Article
Berita Republika | International | Finance | Health | Koran republica |