REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prabowo Wiratmoko Jati, Staf Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Rabat, Maroko
RABAT -- Kemenangan telak Maroko atas Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya dirayakan para pemain di Stadion Houston, Amerika Serikat. Ribuan kilometer jauhnya, warga di berbagai kota di Maroko larut dalam euforia setelah Singa Atlas memastikan tiket ke perempat final.
Sejak Sabtu (4/7/2026) siang waktu setempat, antusiasme masyarakat sudah terlihat di ibu kota Rabat. Pemerintah Kerajaan Maroko menyiapkan lokasi nonton bareng di Stade Prince Moulay Hassan, Hay Nahda, untuk menampung para pendukung yang ingin menyaksikan laga secara bersama-sama.
Demi menjaga keamanan, seluruh akses menuju stadion bahkan ditutup sejak pukul 12.00 waktu setempat. Polisi dan aparat keamanan Kerajaan Maroko disiagakan untuk mengatur arus massa yang terus berdatangan beberapa jam sebelum pertandingan dimulai.
Tidak hanya di lokasi nonton bareng, hampir seluruh kafe di Rabat dipenuhi suporter. Banyak pemilik kafe menambah kursi hingga memanfaatkan trotoar di depan bangunan karena tingginya jumlah pengunjung yang ingin menyaksikan pertandingan.
Lonjakan permintaan juga membuat harga minuman seperti kopi, teh, dan minuman ringan meningkat hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Meski demikian, tingginya harga tidak mengurangi antusiasme masyarakat untuk menyaksikan perjuangan tim nasional mereka.
Karena jarak antarkafe yang saling berdekatan, teriakan dan sorak-sorai para pendukung terdengar bergema hampir bersamaan setiap kali pemain Maroko menciptakan peluang ataupun saat kiper Yassine Bono berhasil menggagalkan serangan Kanada.
Pada babak pertama, sempat muncul kecemasan di kalangan pendukung ketika Ismael Saibari harus meninggalkan lapangan akibat cedera hamstring pada menit ke-22 dan digantikan Soufiane Rahimi. Namun, optimisme kembali muncul setelah lini tengah Maroko mampu mengimbangi permainan agresif Kanada hingga skor tetap imbang tanpa gol saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Maroko kembali menegaskan kiprahnya sebagai salah satu kekuatan baru di Piala Dunia 2026.
Anak asuh Mohamed Ouahbi tampil lebih tenang dan efektif. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50 melalui aksi Azzedine Ounahi yang memanfaatkan sebuah skema serangan apik. Gol tersebut membuat Maroko semakin percaya diri dan mampu mengendalikan tempo pertandingan saat menghadapi Kanada.
Peran sang kapten, Achraf Hakimi, juga sangat menonjol. Pemain kelahiran Madrid, Spanyol, itu terus memberikan motivasi kepada rekan-rekannya agar tetap fokus sepanjang pertandingan. Sementara itu, Brahim Diaz, pemain berdarah Maroko yang juga memperkuat Real Madrid, menunjukkan pemahaman yang sangat baik dengan Hakimi. Kerja sama keduanya menghasilkan sejumlah umpan terobosan yang menjadi kunci kemenangan Singa Atlas.
Ounahi kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-82 untuk menggandakan keunggulan Maroko. Tim asuhan Mohamed Ouahbi juga mampu memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Kanada saat berusaha mengejar ketertinggalan melalui serangan-serangan balik yang efektif. Pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+8, pemain pengganti Soufiane Rahimi mencetak gol ketiga sekaligus memastikan kemenangan telak 3-0 bagi Maroko.
Kemenangan yang diraih dengan permainan solid ini menjadi pesan tegas bagi para pesaing Maroko di Piala Dunia. Setelah menyingkirkan Belanda pada babak sebelumnya, Atlas Lions kembali membuktikan bahwa mereka memiliki kekuatan mental, kerja sama tim, dan ketajaman serangan untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Keberhasilan tersebut langsung disambut pesta spontan di berbagai kota, mulai dari Rabat, Casablanca, Marrakesh, Tangier, Agadir, Kenitra, Fez, Meknes, Tetouan, Errachidia, hingga Ouarzazate.
Ribuan warga Maroko turun ke jalan membawa bendera nasional. Sejumlah pemuda berkeliling menggunakan sepeda motor sambil mengibarkan bendera Maroko. Kendaraan pribadi juga dihiasi atribut merah-hijau, sementara bunyi klakson bersahut-sahutan mengiringi teriakan "Dima Maghreb" yang menggema hingga larut malam.
Kemenangan atas Kanada sekaligus memperpanjang mimpi masyarakat Maroko untuk melihat Singa Atlas kembali mencatat sejarah di Piala Dunia. Setelah menjadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal pada edisi 2022, kini mereka kembali menjaga asa untuk melangkah lebih jauh ketika menghadapi Prancis pada babak perempat final.
Maroko akan menghadapi Prancis di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, Amerika Serikat. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 20.00 GMT atau 21.00 waktu Maroko (Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.00 WIB).

8 hours ago
11











































